benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana alam menyusul masih tingginya curah hujan di wilayah tersebut.
Kondisi ini berisiko menimbulkan banjir, tanah longsor, serta angin puting beliung, terutama bagi warga yang tinggal di dataran rendah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, Arief Budiman, menyampaikan bahwa kondisi cuaca saat ini masih dalam kategori musim hujan yang cukup intens, meskipun sudah memasuki pertengahan tahun. Hal ini berbeda dengan pola musim sebelumnya.
“Curah hujan yang tinggi saat ini meningkatkan potensi banjir, meski di sisi lain menurunkan risiko kebakaran lahan. Tahun lalu, pola cuaca seperti ini juga sempat terjadi,” kata Arief, Senin (28/7/2025).
Arief juga menjelaskan, berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau pada tahun ini diprediksi berlangsung lebih singkat dari biasanya.
“BMKG memperkirakan kemarau hanya terjadi sekitar satu bulan, berbeda dari biasanya yang bisa mencapai tiga sampai empat bulan. Hingga akhir Juli ini pun, intensitas hujan masih cukup tinggi,” tambahnya.
Meskipun potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cenderung menurun, ancaman bencana lain seperti banjir dan longsor justru meningkat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus waspada dan memperhatikan lingkungan sekitarnya.
“Kami mengingatkan khususnya warga yang tinggal di dataran rendah dan daerah rawan longsor untuk lebih waspada. Jangan ragu melapor jika melihat tanda-tanda potensi bencana,” tegas Arief.
BPBD Kabupaten Nunukan juga menyatakan kesiapan menghadapi kondisi darurat dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







