IDAI: Kenali Bahaya Diare Melalui Tanda Dehidrasi pada Anak

Jakarta – Sekretaris Unit Kerja Koordinasi Gastrohepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Himawan Aulia Rahman menyarankan orang tua untuk mengenali bahaya diare sejak dini melalui tanda dehidrasi yang terjadi pada anak.

“Orang tua wajib tahu bagaimana cara mengenali penyakit pencernaan itu di rumah, salah satunya dari tanda dehidrasi yang timbul,” kata dokter Himawan dalam diskusi yang dipantau di Jakarta, Jumat.

Dia mengungkapkan ada enam cara yang dapat dikenali seperti kulitnya tidak elastis ketika dicubit, anak cenderung minum lebih banyak, kencingnya lebih jarang selama enam jam lebih dapat terlihat dari popoknya kering, mata cekung, lebih rewel dan lemas serta warna kencingnya lebih tua.

Baca Juga :  Ahli Gizi : Kandungan Lemak dari Udang Vaname Rendah

“Harus berhati-hati ketika gejala itu terjadi pada anak, yang bahaya itu adalah kekurangan cairan akibat terlalu banyak air yang keluar dari tinja atau lewat fesis sehingga rentan dehidrasi,” ungkap Himawan.

Dia menuturkan apabila diare lalu warnanya menjadi merah disertai darah harus hati-hati apalagi hingga muntah-muntah kemudian diare sudah lebih dari satu pekan.

Baca Juga :  Diet Nabati Dapat Kurangi Risiko ‘Sleep Apnea’

“Apabila menemukan gejala itu segera bawa ke tenaga kesehatan, dokter spesialis dan fasilitas kesehatan terdekat,” tutur Himawan.

Dia menambahkan diare dapat dicegah melalui hidup bersih seperti selalu cuci tangan kemudian sanitasi yang layak ketersediaan air bersih.

“Di Indonesia dari data Balitbankes sebanyak 50,2 persen penduduk, perilaku cuci tangannya masih belum benar dan 20 persen rumah tangga masih belum ada fasilitas sanitasi yang layak,” ujarnya.

Baca Juga :  Ahli: Tak ada Larangan Berolahraga untuk Anak Perempuan Haid

Selain itu, dia juga mengimbau kepada orang tua untuk selalu menambah wawasan terhadap gejala awal dari penyakit tersebut dan pemberian obat yang tepat sehingga dapat menangani sejak dini.

“Diare disebabkan oleh adanya gangguan pengeluaran cairan dari tubuh lewat saluran cerna yang lebih banyak dari biasanya, pemberian obat oralit menjadi salah satu yang direkomendasikan,” ucap Himawan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *