Evaluasi Lalu Lintas, Laka Menurun Selama Momen Lebaran 2023

benuanta.co.id, TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan melakukan evaluasi terhadap hasil Operasi Ketupat Kayan 2023. Selama arus mudik dan balik pada momen Idul Fitri, dinilai angka laka lantas menurun dibandingkan tahun 2022 lalu.

Hasilnya, terdapat satu laporan polisi yang diterbitkan Satlantas selama Ops Ketupat berlangsung. Sementara di tahun 2022 lalu terdapat tujuh laporan polisi yang diterbitkan pihaknya.

“Laka lantas yang tidak berat. Tidak ada kejadian menonjol juga selama operasi ketupat,” ungkap Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Lantas AKP Rully Zuldh Fermana (2/5/2023).

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, MUI Tarakan Imbau Masyarakat Jaga Kekhusyukan hingga Penutupan THM

Rully menjelaskan, selama Ops Ketupat berlangsung polisi lalu lintas fokus pada kegiatan pantauan dan mengendalikan arus mudik dan balik. Pengendalian ini juga diiringi dengan kegiatan pengamanan khususnya di bandara dan pelabuhan.

“Di tempat wisata itu keramaian pengunjung juga tidak terlalu. Sehingga kita lebih leluasa melakukan pengamanan,” lanjut dia.

Perwira balok tiga itu mengatakan, jalannya Ops Ketupat Kayan di tahun ini bahkan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Seperti angka lantas yang sudah menurun dan penumpukan masyarakat di tempat keramaian tidak begitu signifikan.

Baca Juga :  Puncak Perayaan Imlek 2577 Kongzili, Umat Tionghoa Padati Kelenteng Toa Pek Kong

Kendati berlangsung aman dan lancar, pihaknya mengevaluasi terkait kurang patuhnya pengendara dalam berkendara.

“Salah satunya terkait masih tingginya tingkat pelanggaran berlalu lintas. Masih ada masyarakat yang tidak menggunakan helm pada saat pelaksanaan salat tarawih, malam takbiran dan salat ied,” sambung dia.

Pihaknya pun tetap melakukan langkah humanis seperti menegur dan memberikan pemahaman ke masyarakat agar tak terjadi laka dengan fatalitas yang tinggi.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

“Kalau bisa pergi ke masjid tetap menggunakan helm. Jangan jadikan ibadah untuk melanggar,” tutup Rully. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *