benuanta.co.id, KALIMANTAN UTARA – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berinovasi dalam menggalakan kualitas terbaik dari rumput laut di Kaltara. Seiring dengan ekspor perdana rumput laut ke Vietnam, kualitas rumput laut yang baik ini ia harapkan mampu bersaing dengan rumput dari negara lain.
“Yang perlu kita banggakan dari Kaltara ini adalah tidak mengenal musim, ada negara lain itu musim kemarau dan hujan. Kalau wilayah lain itu paling takut dengan musim hujan,” ujar Kepala DKP Kaltara, Rukhi Syayahdin, Senin (19/9/2022).
Ia menjelaskan, Indonesia bukanlah negara satu-satunya pengekspor rumput laut. Terdapat negara lain seperti Filiphina dan India.
Rukhi menguraikan, pada tahun 2021 lalu berhasil mengekspor sebanyak 62.000 ton. Meski rumput laut tersebut berasal dari wilayah Kaltara namun pencatatan ekspor masuk di wilayah Makassar dan Surabaya karena harus transit di kedua wilayah tersebut.
“Ke depan nanti harus menjaga kualitas bagaimana supaya standar, paling tidak regulasi dalam bentuk Peraturan Gubernur untuk mengatur distribusi rumput laut kita,” urainya.
Menurutnya Pergub ini nanti juga akan mengatur tentang standar kebersihan dan kadar air pada rumput laut yang akan diekspor. Saat ini biasanya kadar air pada rumput laut sendiri masih kisaran 37 hingga 38 derajat.
Tidak hanya itu Pergub nantinya juga akan mengatur tentang alur pelayaran yang tertutup dengan bibit rumput laut yang dipasang oleh pembudidaya. Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang memasang pondasi atau bibit rumput laut diharapkan mengikuti aturan yang berlaku.
“Itu PR kita semua, sudah kita rapat koordinasi dan sudah ada warnanya tinggal penerapannya saja lagi, soalnya kalau kita tidak tegakan nanti ramai lagi. Nanti tahun depan sudah kita mulai pasang (alur pelayaran laut),” terangnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







