benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah(PAD) melalui pelayanan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung, inginkan Perusahaan Milik Daerah(Perumda) dan calon Badan Usaha Daerah (BUD) dapat tingkatkan pelayanan meski di luar jam kerja.
Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT) Ibrahim menjelaskan dalam sistem pelayanan kemasyarakatan, memang sudah seharusnya ada pelayanan yang buka selama 24 jam untuk menangani kebutuhan masyarakat. Seperti pelayanan kebutuhan air dan pelayanan kesehatan. Kedua pelayanan itu dinilai penting yang harus ditangani dengan baik.
“Pelayanan kesehatan Puskesmas dan RSUD tidak boleh buka setengah-setengah, nanti bisa kacau keadaan warga yang sakit. Begitu juga dengan Prumda PDAM yang harus siap respon jika ada keluhan warga,” kata Ibrahim Ali, Sabtu (5/2/2022).
Meningkatkan PAD, pelayanan yang bersifat urgent sudah seharusnya dapat terealisasi dengan baik. Bupati pun berharap ke depannya sudah tidak ada lagi keluhan mengenai hal-hal itu.
“Kita harus cepat dalam merespon hal itu, sesuai dengan komitmen kita jangan merasa lelah jika kita berkerja untuk melayani masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Perumda PDAM KTT, Winarno mengaku pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap sistem menajeman pelayanan, seperti merespon langsung keadaan yang berkaitan dengan gangguan sambungan air.
“Alhamdulilah sesuai dengan instruksi bupati, kita saat ini dapat terus meningkatkan pelayanan, termasuk melakukan sisten roling kerja dihari libur,” kata Winarno.
Menurut Winarno pelayanan respon cepat seperti saat ini memang harus dilakukan. Selain untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Perumda. Hal ini juga dilakukan agar, pelanggan PDAM bisa bertambah setiap bulannya.
“Selama setengah tahun ini sistem pelayanan kita itu sudah berubah total dan alhamdulilahnya, pelanggan kita yang awalnya hanya sekitar 500 atau 600 pelanggan. Kini meningkat hingga 1300san pelanggan,” jelasnya.
“Tentunya hal ini akan berpengaruh besar pada PAD kita. Bahkan yang sebelumnya PDAM tidak pernah dapat omset Rp 40 juta per bulannya. Kini sudah Rp 150 juta setiap bulannya,” tutupnya. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







