benuanta.co.id, BULUNGAN – Kepolisian mengungkap penyebab kematian penjaga wisata Gunung Putih bernama Paito (68) pada Ahad 17 Oktober 2021 sekira pukul 15.00 wita di pondoknya.
Setelah diselidiki di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban pun dievakuasi menuju ke Rumah Sakit dr. Soemarno SosroatmodjoTanjung Selor untuk diperiksa lebih lanjut.
“Laporan hasil pemeriksaan dari Dokter RSUD dr Soemarno Sosroatmodjo menunjukkan hasil sebagai berikut pertama hasil swab antigen negatif dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan IPTU Mhd Khomaini kepada benuanta.co.id, Senin 18 Oktober 2021.
Adapun fakta ditemukan di TKP, korban Paito mengalami lebam mayat di muka, hidung dan kedua matanya yang diduga karena terjatuh saat di pondoknya. Petugas juga menemukan adanya pendarahan akibat korban pada saat meninggal posisi tertelungkup.
“Pendarahan akibat posisi korban pada saat meninggal posisi tertelungkup sehingga cairan dan pembulu darah terkumpul di posisi paling bawah keluar melalui mulut dan hidung. Lalu terdapat penyakit kulit pada tubuh korban,” ujarnya.
Kata dia, saat korban dalam penanganan. Petugas kepolisian sesegera mungkin menghubungi keluarga korban setelah membuat berita acara penyerahan jenazah kepada keluarganya. Khomaini menuturkan, untuk penyebab pastinya korban meninggal dunia belum diketahui.
“Kalau penyebab pastinya belum tahu. Tapi memang korban ada riwayat sakit, yang jelas tidak ada tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.
Dia menambahkan, saat di rumah sakit korban hanya dilakukan visum untuk mengetahui keadaan fisik luarnya. Sementara untuk mengetahui lebih dalam, pihak keluarga tidak mengizinkan untuk dilakukan autopsi.
“Sudah kita buatkan surat pernyataan penolakan autopsi. Dari pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan menolak untuk autopsi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor : Yogi Wibawa







