benuanta.co.id, MALINAU – Sebelum diberikan tindakan terukur pada kaki kanannya. Pelaku tindak kejahatan pencurian bernama Iyut, sempat memberikan perlawanan dengan menyerang dua petugas Satreskrim Polres Malinau dengan menggunakan 2 Sajam, Jumat (1/9/2021).
Akibat perlawanannya itu, AIPDA Haerul harus menerima 27 jahitan akibat luka sobek pada bagian tangan kanannya, setelah menangkis timpasan parang dari Iyut.
Dalam rilisnya Chaerul mengatakan, sebelum ditembak pada bagian kaki. Pihaknya sempat diberikan tembakan peringatan kepada pelaku.
“Kita di rumah pelaku saat mau menangkapnya. Tapi saat itu pelaku membawa sejumlah Sajam dan 1 buat senapan angin, jadi kita berikan tembakan peringatan untuk tidak melawan,” kata Chaerul.
Berita Terkait : Lawan Petugas Pakai Sajam, Iyut Kena Dor Polisi
Bukannya menyerah, Iyut malah terus mengancam petugas dan terus menyerang petugas pada bagian kepala. Beruntung sabetan itu sempat ditangkis oleh Chaerul dengan tanganya sebelum akhirnya petugas lain menembak Iyut.
“Pelaku awalnya melontarkan Sajam tombak kecil kepada teman saya dan kena juga tangannya. Setelah itu, pelaku mencoba menimpas saya, secara reflek saya tangkis dengan tangan saya. Karena keadaan sudah mengkhawatirkan pelaku pun terpaksa kita lumpuhkan dengan tembakan dikakinya,” jelasnya.
Saat ditanyai awak media mengenai tindakan nekatnya tersebut, Iyut mengaku saat itu dirinya merasa kebingunggan karena sudah tidak bisa berbuat apa-apa untuk melarikan diri.
“Saya menyesal dan tidak akan melakukan pencurian lagi. Saya terpaksa melawan karena berusaha untuk kabur. Tapi saya janji tidak akan berbuat seperti ini lagi,” akunya.
Sekadar diketahui, Iyut merupakan residivis untuk kasus yang sama. Dari catatan kepolisian, Iyut telah melalukan tindakan pencurian sebanyak 5 kali. (*)
Reporter : Osarade
Editor : Yogi Wibawa







