“Kita minta masyarakat tetap tenang, jangan panik dan risau, pemerintah akan berupaya dengan maksimal agar virus ini tidak mewabah di Kaltara,” ucapnya.
Lanjutnya, berdasarkan informasi yang ia terima, virus itu tidak mudah masuk dalam tubuh manusia. Untuk itu dirinya meminta agar tubuh tetap stamina dan menjaga kesehatan. “Mari jaga kesehatan dan stamina kita,” singkatnya.
Pencegahan masuknya virus corona melalui perbatasan juga dilakukan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Nunukan berkoordinasi dengan Dinkes Nunukan mengawasi pintu masuk orang dari Malaysia. Kegiatan yang dilakukan Satgas di Nunukan ini lebih memperketat pemindaian suhu penumpang yang diduga bisa saja datang dari daerah terjangkit China.
“Memperketat thermal scanner (pemindai suhu), ketika ada orang yang punya riwayat perjalanan dari negara terjangkit,” jelas Kasi Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinkes Nunukan Aris Suyono.
Kurangnya jumlah personel KKP, sehingga Dinkes Nunukan, TNI-Polri, puskesmas ikut membantu melakukan upaya pencegahan termasuk di Sebatik dan Krayan. Wilayah ini bersentuhan langsung dengan Malaysia dimana sudah terdapat beberapa warga Malaysia yang suspect virus corona.
Dia berharap kesadaran dari masyarakat yang berpergian ke luar negeri agar mengurangi kontak langsung dengan orang lain. Seperti isolasi diri di rumah selama 14 hari, jangan terlalu banyak kontak dengan orang asing.
Sementara itu, dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indoneisa, di Indonesia sendiri, hingga kini belum ditemukan kasus terkonfirmasi positif Novel Coronavirus (nCoV). Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono bahwa seluruh spesimen yang telah diuji di Laboratoriun Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan semuanya negatif.
”Hasil laboratorium sampai dengan pagi ini yang sudah terkonfirmsi adalah 34 spesimen yang dikirimkan dari 22 rumah sakit, terdiri dari 7 WNA dan 27 WNI semua hasilnya negatif. Sudah dilakukan cek dan ricek berkaitan pemeriksaan laboratorium,” kata Dirjen Anung.







