Waspada Virus “Impor”

Upaya pencegahan lainnya dengan pemasangan alat pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner di sejumlah tempat seperti bandara dan pelabuhan di Tarakan dan Nunukan. Dua daerah ini menjadi pintu masuk penumpang dari negeri jiran Malaysia bahkan China sebagai tempat asal muasal virus corona ini, tepatnya Wuhan.

“Thermal Scanner itu berfungsi untuk mengamati setiap penumpang yang masuk. Apakah menunjukkan suhu tinggi yakni 38 derajat celcius, maka itu sudah bisa diambil tindakan,” ungkap Kepala Dinkes Kaltara, Usman, SKM, M.Kes kepada Benuanta.

Baca Juga :  Wartawan Kaltara Ikuti Retret PWI, Fokus Bela Negara dan Integritas

Sementara itu, upaya pencegahan dari penumpang atau petugas, kata Usman, mengenakan alat pelindung berupa masker. Pasalnya penyebaran Virus Corona itu hampir sama dengan penyakit flu pada lainnya, yakni melalui udara karena bersin.

“Tapi petugas kita seperti bandara sudah menyiapkan fasilitas kesehatan seperti ambulans. Dan di rumah sakit jika memang ada yang terdeteksi maka dilarikan ke ruangan isolasi,” ujarnya.

Mahasiswa yang belajar di China pun turut diawasi oleh Satgas pencegahan virus corona ini, karena mereka datang dari China. Dikhawatirkan terjangkit virus yang diyakini berasal dari kelelawar tersebut. Dinkes Kaltara pun menyatakan kesiapan Alat Kesehatan (Alkes) dan fasilitas kesehatan di rumah sakit yang dikelola pemerintah sudah siap menangani jika ada yang terindikasi terjangkit virus jenis baru tersebut.

Baca Juga :  Perselingkuhan dan Judol Masih jadi Biang Kerok Perceraian Masyarakat Kaltara

“Alkes kita juga sudah siap dan harus siap. Jadi RSU Tarakan itu sudah punya ruangan isolasi. Jumlahnya 4 itu yang akan dipakai jika positif,” jelas Usman.

Ditambahkannya, cara penularan sendiri ada beberapa macam, seperti yang pernah bepergian ke China, lalu kontak dengan yang menderita pneumonia. Karena gejalanya itu demam tinggi di atas 38 derajat celcius dan mengalami kesulitan bernapas.

Baca Juga :  Akses Listrik di Pedalaman Kaltara Dipercepat, 10 Desa Selesai Disurvei

“Jika gelaja itu sudah ada, maka baiknya ke fasilitas kesehatan terdekat apakah itu betul atau tidak. Karena secara kasat mata tidak bisa disebutkan terkena melainkan pemeriksaan laboratorium,” terangnya.

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *