benuanta.co,id, NUNUKAN– Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan komitmennya untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, demi memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan masyarakat.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan mengatakan, seluruh program yang dilaksanakan Pemkab Nunukan merupakan hasil dari proses perencanaan yang matang, berjenjang dan melibatkan banyak pihak.
“Semua program pemerintah itu tidak berdiri sendiri, itu bagian dari proses perencanaan yang positif, terukur, dan melalui kemitraan dengan DPRD,” kata Iwan.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten tetap menjadi pengendali utama dalam pelaksanaan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pengawasan di lapangan. “Dalam pelaksanaan kegiatan, perangkat teknis itu bekerja berdasarkan tahapan, sejak perumusan program, sudah ada informasi dan pengecekan lapangan,” jelasnya.
Terkait adanya anggapan kurangnya koordinasi dengan pemerintah desa, Raden Iwan menilai hal tersebut lebih disebabkan oleh perbedaan persepsi, bukan karena tidak adanya komunikasi dari pemerintah kabupaten.
“Boleh jadi ada persepsi yang berbeda, tapi ke depan, kami akan terus menyinergikan dan memperbaiki komunikasi,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, sistem pemerintahan memiliki jenjang koordinasi yang harus dipahami bersama, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa. “Tidak semua pembangunan harus dilaporkan secara langsung, ada mekanisme berjenjang yang sudah diatur,” tuturnya.
Lebih lanjut, Raden Iwan menekankan, dinas teknis di lingkungan Pemkab Nunukan tidak serta-merta melaksanakan kegiatan tanpa pemberitahuan. Setelah program ditetapkan dalam APBD, pemerintah kabupaten tetap melakukan koordinasi dengan perangkat setempat.
“Pelaksanaan kegiatan tidak langsung masuk, tetap ada pemberitahuan kepada perangkat wilayah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, fungsi utama dirinya adalah memastikan seluruh perangkat daerah bergerak searah dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Nunukan. “Ada tiga agenda besar yang menjadi perhatian kami,” ungkapnya.
Agenda pertama, memastikan seluruh kewajiban pelaksanaan kegiatan tahun 2025 dapat diselesaikan tepat waktu, termasuk laporan kinerja yang harus rampung pada Maret.
Agenda kedua, mendorong percepatan pelaksanaan program di tahun berjalan agar rencana pembangunan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Agenda ketiga, mengawal proses perencanaan tahun 2027 yang telah dimulai sejak awal tahun ini agar tetap selaras dengan dokumen perencanaan daerah dan visi kepala daerah.
“Kami ingin memastikan seluruh perencanaan Pemkab Nunukan sejalan dengan program strategis daerah dan nasional,” tegasnya.
Ia menutup dengan menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten, perangkat daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah kabupaten tidak bisa bekerja sendiri, kuncinya adalah koordinasi dan kebersamaan,” tutupnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







