Pelaku Child Grooming Dekati Keluarga Korban, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaku child grooming tidak hanya mendekati korban, tetapi juga membangun hubungan dengan keluarga korban agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Hal tersebut diungkapkan Anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Kalimantan Utara, Rahma Fitrah, M.Psi., Psikolog yang menangani sejumlah kasus kekerasan terhadap anak.

“Beberapa child groomer itu melakukan pendekatan sampai ke keluarganya,” ujarnya, Senin (26/1/2026).

Baca Juga :  Program Satu Rumah Satu Jumantik Mampu Turunkan Kasus DBD di Tarakan 

Dengan pendekatan tersebut, keluarga korban menganggap hubungan tersebut sebagai hal yang wajar. Hal inilah yang menyebabkan banyak pelaku berasal dari orang terdekat korban.

Selain itu, pelaku kerap kali memanfaatkan kekosongan emosional anak, seperti kurang perhatian dan konflik keluarga. Hal inilah yang dijadikan cela olah pelaku untuk mendekati korban dengan mengisi kekosongan yang ada pada anak.

Baca Juga :  Rumput Laut Diolah jadi Pupuk Organik dan Biofuel, Beri Nilai Tambah bagi Pembudidaya Lokal

Orang tua diminta lebih aktif memantau pergaulan anak, baik secara langsung maupun di media sosial. Bahakan dibeberapa kasus, orang tua malah mempercayakan anak kepada pelaku.

Minimnya pemahaman tentang pola grooming membuat keluarga sulit mengenali tanda bahaya di sekitar anak.

“Bahkan kalau beberapa klien saya nih, orang tuanya malah ditip anak itu ke si groomernya. Karena merasa mungkin sudah seperti keluarga sendiri,” pungkasnya. (*)

Baca Juga :  Anggaran Terpangkas, Disdukcapil Tarakan Sulit Ambil Blanko KTP ke Pusat

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *