benuanta.co.id, NUNUKAN – Dinilai lebih murah dan kualitas yang lebih baik, para pedagang di Pasar Yamaker Nunukan mulai beralih menjual bawang putih yang didatangkan langsung dari Malaysia.
Rasyid, salah satu pedagang pasar Yamaker, bawang dari negara tetangga ini dinilai lebih murah dibandingkan bawang putih asal Sulawesi Selatan.
Menurutnya, bawang putih asal Tawau, Malaysia memiliki kualitas yang cukup baik dengan harga yang relatif murah. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pedagang lebih memilih menjual bawang putih asal Malaysia kepada konsumen di pasaran.
“Di awal tahun 2026 ini bawang putih kita ambil dari Tawau, karena untuk saat ini, kalau kami ambilnya dari Sulawesi agak mahal,” ujar H. Rasyid, Kamis (8/1/2026).
Selain faktor harga, tingkat kebersihan bawang putih juga menjadi pertimbangan para pedagang. Bawang putih asal Tawau, Malaysia, dinilai lebih bersih dan diminati konsumen.
“Kualitasnya juga bagus dan bersih, apalagi harganya sedikit lebih murah, kebanyakan konsumen bertanya dan mencari bawang yang berasal dari Malaysia” katanya.
Ia menambahkan, harga bawang putih tercatat masih dalam kondisi stabil dan tidak mengalami kenaikan pada awal tahun 2026. Saat ini, harga berkisar antara Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







