benuanta.co.id, NUNUKAN – Memasuki pasca libur Tahun Baru 2026, aktivitas penyeberangan rute Nunukan ke Sebatik masih stabil dan belum menunjukkan lonjakan penumpang yang signifikan. Hal ini terlihat dari antrean yang masih normal dan belum mengalami kepadatan penumpang di area pelabuhan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelabuhan Sei Jepun, Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan, Agus Rauf, menyampaikan, hingga saat ini jumlah penumpang yang melakukan penyeberangan masih dalam batas wajar dan relatif sama seperti hari biasanya. Ia menjelaskan, rata-rata penumpang yang menggunakan perahu kayu berkisar antara lima hingga enam orang per keberangkatan.
“Kalau saat ini aktivitas penyebrangan masih normal belum ada lonjakan penumpang”, ujar Agus Rauf, pada Kamis (1/1/2026).
Sementara itu, penyeberangan kapal ferry juga akan melayani penumpang dan dijadwalkan beroperasi di Nunukan pada Jumat, 2 Januari 2026. Kondisi ini turut menjadi salah satu faktor belum meningkatnya aktivitas penyeberangan, mengingat tarif kapal ferry yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Mungkin saja masih menunggu kapal ferry karena lebih hemat biaya”, katanya.
Ia menambahkan, pada momen libur hari besar maupun libur nasional, pihak ASDP juga melakukan penyesuaian jadwal operasional dengan menambah trip keberangkatan kapal.
Ia mencontohkan, setelah dari Tarakan tiba di Nunukan sekitar pukul 05.00 WITA, kapal dapat kembali diberangkatkan antara pukul 07.00 atau 08.00 WITA. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan penumpang selama masa libur, baik rute Nunukan-Sebatik dan Nunukan-Tarakan. (*)
Reporter: Soni Irnada
Editor: Yogi Wibawa







