benuanta.co.id, TARAKAN – Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Tarakan menegaskan kesiapsiagaan penuh menjelang Tahun Baru. Hal ini ditunjukkan melalui imbauan kewaspadaan bahaya kebakaran kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan dini. Jajaran Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang kerap berpotensi menjelang akhir tahun.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan, S.E., mengungkapkan Satpol PP dan PMK Kota Tarakan menyampaikan sejumlah imbauan penting, mulai dari larangan membakar sampah di dekat bangunan, kewaspadaan terhadap instalasi listrik rumah tangga, penggunaan tabung gas LPG yang aman, hingga larangan membuang puntung rokok sembarangan.
“Beberapa himbauan telah dan selalu kami sampaikan,” ungkapnya, Sabtu (27/12/2025).
Irwan menyampaikan meskipun tidak ada perayaan besar, jajaran PMK Tarakan tetap disiagakan penuh tanpa batas waktu. Kesiapan personel dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang pergantian tahun, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan api dan listrik.
“Terkait dengan personil yang siaga ya kami walaupun tidak ada hari besar seperti Natal dan tahun baru sekalipun kami selalu siaga,” terangnya.
Selain kesiapsiagaan personel, PMK Tarakan juga akan melakukan patroli rutin bersama Satpol PP. Patroli ini dilakukan menggunakan mobil patroli keliling untuk memantau titik-titik yang kerap menjadi lokasi aktivitas masyarakat, seperti kegiatan memasak atau membakar makanan. “Nanti ada rencana dari pimpinan bersama Satpol PP untuk patroli rutin,” ujarnya.
Dalam menghadapi persiapan menyambut tahun baru, Irwan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan dapur. Ia menekankan pentingnya memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum ditinggalkan guna mencegah terjadinya kebakaran. “Pastikan kompor benar-benar off sebelum ditinggal,” imbaunya.
Ia juga menyoroti penggunaan peralatan listrik rumah tangga yang sering kali dibiarkan menyala terus-menerus tanpa pengawasan. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan korsleting listrik apabila tidak dikontrol dengan baik. “AC dan kipas angin sering dibiarkan menyala 24 jam, ini harus dikontrol,” imbuhnya.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk lebih waspada saat melakukan pengisian daya ponsel. Irwan menegaskan bahwa proses pengecasan harus diawasi dan kabel colokan sebaiknya dilepas setelah digunakan. “Mengecas HP jangan ditinggal dan kabel harus dilepas dari stop kontak,” lanjutnya.
Bagi warga yang hendak meninggalkan rumah dalam waktu lama, Irwan mengingatkan agar memastikan seluruh kondisi rumah aman, termasuk mengunci pintu dan jendela, mematikan aliran gas, serta memastikan instalasi listrik dalam keadaan mati. “Pastikan rumah aman sebelum ditinggal,” ujarnya.
Apabila terjadi kebakaran, sekecil apa pun, PMK Tarakan meminta masyarakat untuk segera melapor melalui layanan darurat yang telah tersedia. “Jika ada kebakaran sekecil apa pun, segera hubungi call center 112 atau 21113. Bisa juga langsung menghubungi melalui WhatsApp jika ada kenalan anggota PMK,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







