Seminar DOB jadi Ruang Dialog Perbatasan, Anto Balokot Dorong Percepatan Pembangunan Kaltara

benuanta.co.id, BULUNGAN – Upaya memperkuat pemahaman publik terkait wacana pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kalimantan Utara kembali mendapat ruang melalui Seminar Nasional bertema “Peluang dan Tantangan Daerah Otonomi Baru (DOB) dalam Mempercepat Akselerasi Pembangunan dan Kesejahteraan di Perbatasan sebagai Wilayah Ring of Defence Ibu Kota Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045” beberapa waktu lalu.

Acara yang dibuka Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, itu turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, mulai dari Andrinof Chaniago, mantan Kepala Bappenas, hingga pejabat dari Ditjen Otda Kemendagri dan BNPP RI.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Bentuk Pansus Bahas Delapan Ranperda

Anggota DPRD Kaltara, Anto Balokot, yang juga Ketua Harian Presidium CDOB Kabudaya, menilai seminar ini sebagai momentum penting bagi masyarakat perbatasan untuk mendapatkan informasi langsung dari para pemangku kebijakan pusat.

Menurut Anto, hadirnya narasumber berkompeten memberi ruang dialog yang lebih terbuka mengenai arah kebijakan DOB, terutama terkait percepatan pembangunan di wilayah perbatasan yang menjadi beranda terdepan Ibu Kota Nusantara.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Bentuk Pansus Bahas Delapan Ranperda

“Seminar ini sangat strategis. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke pusat untuk memahami secara rinci peluang dan tantangan DOB. Penjelasan dari para ahli memberi kepastian arah kebijakan sekaligus memperkuat posisi Kaltara sebagai wilayah penyangga IKN,” ujar Anto, Selasa (2/12/2025).

Ia menekankan, wacana pemekaran daerah harus dibangun dengan kajian matang dan melibatkan partisipasi publik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan perbatasan.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Bentuk Pansus Bahas Delapan Ranperda

“Ini bukan sekadar soal pemekaran wilayah, tetapi bagaimana DOB dapat menghadirkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan,” katanya.

Anto berharap dialog semacam ini terus diperkuat, sehingga aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah dapat bertemu dalam satu garis kepentingan bersama: mempercepat pembangunan Kalimantan Utara. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *