benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Penyelidikan kasus dugaan pengeroyokan diduga melibatkan lima orang terlapor termasuk dua oknum anggota DPRD Bulungan, masih terus berproses di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Utara (Kaltara).
Direktur Reskrimum Polda Kaltara, Kombes Pol Yudhistira Midyahwan, membenarkan hingga saat ini penyidik telah memeriksa pelapor, lima terlapor, serta enam orang saksi.
“Proses saat ini masih pada tahap penyelidikan. Pihak-pihak yang sudah kami mintai keterangan meliputi pelapor, lima terlapor, dan enam saksi,” ujar Yudhistira kepada wartawan, Senin (24/11/2025).
Ia mengungkapkan dari keterangan yang berhasil dirangkum, salah satu terlapor mengakui keterlibatannya dalam aksi kekerasan tersebut. “Dari lima terlapor, satu orang menyatakan dirinya melakukan pemukulan terhadap korban,” tegasnya.
Walaupun demikian, pihak kepolisian belum menentukan kelanjutannya hanya berdasarkan pengakuan tersebut. Penyidik masih melakukan pendalaman untuk seluruh keterangan dengan bukti-bukti di lapangan.
Sebelumnya, tim Ditreskrimum Polda Kaltara juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dalam kegiatan itu, polisi melacak berbagai kemungkinan, mulai dari adanya barang bukti, rekaman CCTV, hingga adanya saksi lain.
“Kami memeriksa apakah ada barang bukti yang tertinggal atau rusak, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta mengecek kemungkinan adanya jejak seperti darah atau sidik jari,” jelas Yudhistira.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik dari kepolisian dalam waktu dekat akan menggelar perkara guna menentukan apakah kasus ini bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan.
“Nanti akan kami gelarkan hasil penyelidikannya untuk menentukan apakah bisa naik ke tahap penyidikan atau belum,” ujarnya.
Polda Kaltara menegaskan komitmennya untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan, termasuk apabila perkara tersebut melibatkan pejabat publik. Diketahui, dua oknum anggota DPRD Bulungan yang turut diperiksa masing-masing berinisial AHP dan LB.
Selain kedua oknum, tiga terlapor lain juga telah dimintai keterangan, yakni masing-masing berinisial A, S, dan K. sejumlah saksi tambahan pun turut diperiksa untuk melengkapi proses penyelidikan yang sedang berjalan. (*)
Reporter: Alvianita
Editor: Ramli







