benuanta.co.id, TANJUNG SELOR– Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) masuk 10 besar dengan menduduki peringkat 9 pada Kejurnas Sentra Pembinaan Olahragawan Muda (SPOM) Taekwodo Semarang 2025.
“Kaltara masuk peringkat 9 nasional perolehan medali, karena kuota pembinaan atlet kita hanya 3 orang, dibanding provinsi lain yang kuotanya lebih banyak ada yang 8 (atlet, red) ada yang 5,” ucap Pelatih Taekwondo Kaltara, Alfius, Senin (20/10/2025).
Ditegaskannya, atlet taekwondo Kaltara tidak akan berhenti di sini. Dirinya tengah mempersiapkan event olahraga berikutnya, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) Jakarta pada 1-10 November mendatang.
“Dari hasil ini kita akan evaluasi yang mana menjadi kelemahan agar hasil lebih meningkat,” urainya.
Meski meraih medali, Alfius berpesan kepada anak didiknya agar tidak larut dalam berbangga diri. “Karena tantangan ke depan lebih besar, oleh karenanya, sepulang dari kejuaraan ini, kita akan berlatih lebih keras lagi. Sekaligus mengevaluasi dari hasil pertandingan ini agar jauh lebih baik,” bebernya.
Dari hasil ini, Alfius memberikan apresiasi kepada Dojang Enggang Perkasa Taekwondo Academy (EPTA) Kaltara. Terlebih untuk Pemprov Kaltara yang memberikan dukungan terhadap olahraga bela diri asal Korea ini di Bumi Benuanta.
Meski begitu, pihaknya tetap berharap terdapat gelanggang latihan yang lebih representatif untuk meningkatkan potensi para atlet taekwondo Kaltara.
“Apalagi peran Dinas Pemuda dan Olahraga atas semua dukunganya demi Taekwondo dan ke depan, terima kasih juga kepada orang tua atlet yang selalu suport. Paling kita butuhkan dalam pembinaan adalah sarana tempat latihan yang refresentatif dan peralatan perlengkapan latihan yang memadai,” terangnya.
“Yang ada saat ini kita pakai punya Dojang EPTA Kaltara, dan tempat latihan di Kodim 0903 Bulungan, belum memadai. Sehingga harapan kami Dispora bisa bantu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina







