benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Utara telah melakukan penyampaian Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dan melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) Definitif DBH Pajak Tahun Anggaran 2024 serta alokasi sementara DBH Pajak Provinsi Tahun Anggaran 2025 kepada pemerintah kabupaten kota.
Salah satunya kepada Pemerintah Kabupaten Bulungan, Bapenda Kaltara telah menyerahkan DBH pajak untuk 3 jenis pajak mencakup Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Rokok.
“Ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD),” ucap Kepala Bapenda Kaltara, Tomy Labo kepada benuanta.co.id, kemarin.
Dimana porsinya untuk PBBKB provinsi mendapatkan 30 persen, kabupaten kota sebesar 70 persen. Lalu PAP untuk provinsi sebesar 50 persen dan kabupaten kota sebesar 50 persen.
“Sedangkan pajak rokok untuk provinsi sebesar 30 persen dan kabupaten kota sebesar 70 persen ini diperhitungkan berdasarkan jumlah penduduk,” jelasnya.
Tomy menyebutkan PBBKB di Kabupaten Bulungan, terdapat 11 wajib pungut (Wapu) tapi hanya 7 wapu yang beroperasi di Bulungan dan dari 11 wapu itu ada 8 wapu yang dikelola Kaltara.
“Pajak inilah yang terbesar di Bulungan untuk penggunaan bahan bakarnya,” bebernya.
Lanjutnya, untuk PBBKB pada periode Januari 2025 pihaknya telah menerima dari 11 wajib pajak itu terealisasi sekitar Rp 25,67 miliar, dananya tidak mengendap di kas daerah (Kasda) Provinsi Kaltara tapi langsung di bagi hasilkan.
“Untuk Kabupaten Bulungan realisasi Rp 7,62 miliar untuk meratakan pembagian hasil ini, kita pakai metode tertimbang maka yang diterima sebesar Rp 4,81 miliar sekian,” sebutnya.
Sementara, untuk PAP periode Januari sebesar Rp 468,32 juta dan Bulungan terealisasi sebesar Rp 205,39 juta sehingga yang diterima bersih sebesar Rp 85,93 juta. Sedangkan pajak rokok yang diterima pada akhir tahun 2024 pembagiannya melihat jumlah penduduk.
“Realisasinya sebesar Rp 9,19 miliar dan Bulungan sebesar Rp 1,76 miliar dan terima bersih sebesar Rp 1,24 miliar,” tutupnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli