benuanta.co.id, TARAKAN – Tim Gabungan pencarian korban pesawat Pilatus PC-6 Porter PK-SNE telah kembali dengan kondisi baik, Senin, 11 Maret 2024. Kembalinya tim juga membawa black box dan data recorder penerbangan (API box) yang ada di pesawat Pilatus PK-SNE.
Black box dan data recorder penerbangan itu langsung diserahkan ke Tim Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril mengatakan data recorder dan black box ditemukan di dalam pesawat dalam kondisi baik.
Pihaknya turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI dan Polri di Tarakan dan Malinau beserta Bandara Juwata Tarakan.
“Kami berhasil mengevakuasi kotak hitam dan alat perekam dari data pesawat. Tanpa kerjasama yang baik, operasi ini tidak akan berjalan maksimal,” katanya, Senin (11/3/2024).
Dengan evakuasi korban yang berlangsung kemarin, penemuan black box beserta data recorder dan kembalinya Tim Gabungan dengan selamat, Syahril menyatakan operasi SAR gabungan telah berakhir dan selesai.
“Kami berterima kasih dan memohon maaf jika selama evakuasi terdapat perkataan yang tidak mengenakan kami memohon maaf. Dengan ini kami nyatakan Operasi SAR gabungan telah selesai dilaksakan,” tegasnya.
Sementara itu, Danlanud Anang Busra Tarakan, Kolonel Pnb Bambang Sudewo dalam proses evakuasi di wilayah Binuang, terdapat kendala cuaca yang mana baru dapat terbuka jalur evakuasi dari udara sekitar pukul 15.00 WITA. Hal tersebut pun menjadi masukan bagi pihaknya untuk aksi kemanusiaan selanjutnya.
“Lalu jalur akan tertutup kembali itu sekitar pukul 18.00 WITA. Otomatis kita cuma punya waktu 3 jam saja selama 3 hari Operasi SAR kemarin. Alhamdulillah dengan strategi dan taktik kita tetap profesional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini seluruh personel dalam kondisi sehat. Meski masih terdapat 6 personel dari Basarnas berada di Kabupaten Malinau dan baru akan kembali besok menggunakan Heli Penerbat milik TNI Angkatan Darat.
Sementara untuk Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) saat ini sudah dievakuasi ke Tarakan menggunakan Heli Caracal.
“Personel kita sudah terlatih untuk itu. Skenario terburuk kami malah jika Tim Gabungan bertahan di TKP lebih dari 24 jam. Alhamdulillah semuanya bisa dievakuasi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







