benuanta.co.id, TARAKAN – Armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan membutuhkan peremajaan hingga pergantian. Sebab, rerata usia armada-armada ini sudah 20 tahun dan hingga saat ini beberapa kendaraan masih hilir-mudik digunakan untuk menanggulangi sampah-sampah di Kota Tarakan.
29 armada yang dimiliki oleh DLH, saat ini hanya ada 5 trus saja yang masih layak pakai. Meskipun armada yang lama masih bisa digunakan tetapi yang dikhawatirkan adalah biaya operasional dan tenaga yang tentu tidak sedikit.
Kepala Kantor DLH Kota Tarakan, Hariyanto mengungkapkan truk sampah yang dimiliki sudah melewati jangka ekonomisnya. Dengan medan jalur pembuangan samapah yang kurang bagus membuat kemampuan armada berkurang.
“Tentunya hal ini berpengaruh pada pengangkutan sampah. Apalagi kalau pengangkutan ke TPA yang baru. Bayangkan saja mobil yang tua itu harus menjangkau akses gunung dan curam di sana,” ungkap Hariyanto, Selasa (9/1/2024).
Terkait hal tersebut, ia telah meminta program CSR seperti Pertamina dan Medco untuk membantu peremajaan armada. Menurutnya, peremajaan sangat dibutuhkan namun, harus bertahap. Selama 5 tahun ia bekerja di DLH ia tidak pernah mendapatkan bantuan armada.
“Kemarin ada bantuan amrol atau pengangkut kontiner sampah dari provinsi. Kami baru mengajukan proposal ke Pertamina, Medco dan bank bank seperti BI, Kaltimtara. Tapi belum ada. Dulu hanya ada bantuan pegadaian mobile roda tiga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor : Nicky Saputra







