benuanta.co.id, NUNUKAN – Memasuki awal tahun 2024, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali ditemukan di Kabupaten Nunukan. Kasus DBD menyerang tiga orang warga di RT 17 Gang Pajanah, Kelurahan Nunukan Barat.
Warga RT 17, Kelurahan Nunukan Barat Yanti (nama disamarkan) mengaku ada 6 orang mengalami DBD termasuk anaknya sendiri yang baru keluar dari RSUD. Kini giliran tetangganya dirujuk ke RSUD Nunukan karena kasus yang sama.
“Anak saya masuk di RSUD Nunukan pada 28 Desember 2023 lalu, dan saat itu saya sudah melaporkan ke pihak RT agar melakukan fogging,” jelasnya.
Permintaan fogging itu tak lain untuk memutus penyebaran nyamuk DBD di wilayah warga. Warga khawatir jika tidak segera ditangani dengan cepat, maka kasus DBD dapat meluas dan memakan korban jiwa.
Terpisah, Kepala Dinkes Nunukan, Miskia menyampaikan pihaknya baru mendapatkan informasi jika ada tiga kasus DBD di Gang Pajanah saat ini.
“Masyarakat harus bisa menggiatkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah dan lingkungan sekitar,” imbau Miskia.
Masyarakat perlu menjaga kesehatan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan demam berdarah. Untuk itu diperlukan kepedulian peran serta aktif masyarakat untuk bergotong royong melakukan langkah-langkah pencegahan penularan demam berdarah melalui PSN.
“Sebagai antisipasi, secara proaktif Dinkes Kabupaten Nunukan mengimbau masyarakat agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan PSN sebagai antisipasi perubahan musim pada awal tahun ini,” jelasnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Nicky Saputra







