Tak Ada Tanda Kekerasan, Polisi Sebut Murni Bunuh Diri

benuanta.co.id, TARAKAN – Warga Karang Rejo yang ditemukan meninggal di kediamannya di Jalan Jalan Gajah Mada RT 1, Kelurahan Karang Rejo masih didalami polisi. AN (31) pertama kali ditemukan pada pukul 08.00 wita pada Selasa, 12 September 2023.

Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui, Kasat Reskrim, AKP Randhya Sakthika Putra menjelaskan korban ditemukan di rumahnya, tepatnya di ruangan antara dapur dan ruang tengah dalam posisi tergantung. Saat itu, kakak kandung korban baru saja pulang dari dinas malam dan dikejutkan dengan adiknya yang sudah meregang nyawa.

“Setelah melihat kejadian itu, kakak korban langsung melapor ke Polres Tarakan,” jelasnya, Selasa (12/9/2023).

Baca Juga :  Tradisi Wajib Barongsai Meriahkan Imlek di Kelenteng Toa Pek Kong Tarakan

Setelah melakukan serangkaian olah TKP korban dibawa ke rumah sakit guna proses visum. Dari hasil visum itu tidak terdapat tanda-tanda kekerasan.

“Posisi lidahnya tergigit dan alat kelaminnya mengeluarkan cairan. Serta lilitan tali rafia dan simpul hidup,” sambung dia.

Randhya menyebut, dari hasil tersebut, korban diindikasi kuat bunuh diri. Terlebih berdasarkan pengakuan kakak korban, korban sempat dipergoki beberapa kali melakukan upaya serupa namun berhasil digagalkan.

Berita terkait : 

Baca Juga :  Jelang Imlek, Polisi Cek Kesiapan Pengamanan di Tempat Ibadah

“Untuk motifnya masih kami dalami. Kita juga baru periksa satu saksi, yaitu saudaranya sendiri,” pungkas perwira balok tiga itu.

Benuanta juga menggali informasi langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari informasi yang dihimpun, korban sebelumnya memang memiliki permasalahan dengan seorang wanita yang diduga adalah kekasihnya.

Ipar korban yakni Maria Falentina menuturkan malam sebelum korban ditemukan ia berpesan pada korban bahwa dirinya akan tidur di rumah orang tua. Setibanya pagi sekira 07.30 WITA di rumah tersebut, ia mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari korban.

Baca Juga :  Tarawih Perdana Muhammadiyah Padati Masjid Al-Amin Tarakan

Ia pun langsung menghubungi suaminya yang mana kakak kandung korban, Fery. Setelahnya Fery berusaha membuka pintu tersebut menggunakan pipa, dari balik jendela.

“Saya masuk rumah dan cari. Saya ke kamar enggak ada. Saya ke wc baru ada (korban tergantung). Saya hubungi langsung keluarga dan adik saya. Malam sebelumnya saya juga sempat tanya, kau mau keluar rumah kah, dia bilang enggak,” ungkapnya.

Sekedar informasi, korban berstatus duda dan bekerja sebagai buruh angkut di Pelabuhan Tengkayu II Tarakan. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *