Ketimpangan Gender di Kaltara Terus Menurun

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Masud Rifai mengungkapkan, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Kalimantan Utara (Kaltara) pada tahun 2022 sebesar 0,444, atau turun 0,028 poin dibandingkan tahun 2021 sebesar 0,472.

“Perbaikan ini dipengaruhi oleh kesetaraan capaian pada dimensi kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan pasar tenaga kerja,” Kamis (3/8/2023).

Masud menjelaskan, perbaikan dimensi kesehatan reproduksi dipengaruhi oleh perbaikan indikator wanita melahirkan tidak di fasilitas kesehatan yang turun dari 8,0 persen tahun 2021 menjadi 5,6 persen pada tahun 2022.

Perbaikan dimensi pemberdayaan dipengaruhi oleh perbaikan indikator persentase perempuan 25 tahun ke atas yang berpendidikan SMA ke atas yang meningkat lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Baca Juga :  Gubernur Dukung dan Restui PWI Kaltara Mengikuti Porwanas 2024 di Banjarmasin

“Persentase perempuan meningkat dari 38,66 persen tahun 2021 menjadi 41,48 persen, sedangkan persentase laki-laki meningkat dari 46,07 persen menjadi 47,27 persen pada tahun 2022,” jelasnya.

Kemudian, perbaikan dimensi pasar tenaga kerja dipengaruhi oleh tingkat partisipasi angkatan kerja baik perempuan maupun laki-laki. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki meningkat dari 81,75 persen tahun 2021 menjadi 83,67 persen tahun 2022.

“Pada waktu yang bersamaan, TPAK perempuan meningkat dari 48,44 persen tahun 2021 menjadi 49,30 persen tahun 2022,” jelasnya.

Baca Juga :  Terumbu Karang di Kaltara Dinilai Potensial

Secara umum, ketimpangan gender di Kaltara sejak tahun 2018 hingga 2022 mengalami pergerakan yang fluktuatif. Sejak tahun 2018 hingga 2022, IKG berkurang sebesar 0,037 poin.

“Hal ini mengindikasikan ketimpangan gender yang semakin mengecil, atau kesetaraan yang semakin membaik,” tuturnya.

Penurunan ketimpangan gender terbesar terjadi pada tahun 2020 yang turun 0,029 poin. Ini utamanya dipengaruhi oleh menurunnya ketimpangan dalam keterwakilan di legislatif.

“Keterwakilan di legislatif perempuan meningkat dari 11,43 persen pada tahun 2019 menjadi 14,29 persen pada tahun 2020, sementara keterwakilan di legislatif laki-laki turun dari 88,57 persen pada tahun 2019 menjadi 85,71 persen pada tahun 2020,” paparnya.

Baca Juga :  Dengarkan Aspirasi Nelayan, KNTI Apresiasi Respons Cepat Gubernur Zainal

Adapun, ketiga dimensi pembentuk indeks ketimpangan gender secara konsisten mengalami perbaikan. Dimensi kesehatan reproduksi membaik, risiko perempuan dalam kesehatan reproduksi semakin menurun.

“Sementara dimensi pemberdayaan dan dimensi pasar tenaga kerja juga semakin setara,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2651 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *