Agustus Mendatang Sejumlah Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi akan Naik

benuanta.co.id, NUNUKAN – Meski saat ini sejumlah harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Nunukan masih relatif normal. Namun Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMKMPP) meminta masyarakat mengantisipasi terhadap prediksi kenaikan harga sembako yang akan terjadi Agustus mendatang.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMKMPP) Nunukan, R Dior Frames menyampaikan, Agustus mendatang di Indonesia diprediksi akan dilanda oleh badai El Nino yang mana diduga akan mempengaruhi produksi sektor pertanian.

“Sebenarnya untuk saat ini, memang ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga di Nunukan, seperti beras, telur ayam dan ayam boiler. Tapi kenaikannya tidak begitu signifikan, yang kita antisipasi ini karena diprediksi badai El Nino akan melanda Indonesia. Tentunya ini nantinya bisa berdampak pada produksi pertanian dan pastinya harga sejumlah komoditi pasti akan ikut naik,” kata Dior.

Baca Juga :  Kemenkop RI Dukung Penuh Permodalan Koperasi Merah Putih di Daerah

Dior mengatakan, saat ini untuk harga beras saat ini sudah berkisar Rp 14 hingga Rp 16 ribu, lalu untuk harga ayam lokal dari harga Rp 45 ribu kini mencapai Rp48 ribu hingga Rp 50 ribu. Sedangkan untuk harga telur saat ini sudah mencapai Rp 65 ribu per piringnya.

Dijelaskannya, badai El Nino merupakan fenomena alami yang mempengaruhi pola iklim global, yang mengacu pada peningkatan suhu permukaan laut. Dampaknya dapat mempengaruhi curah hujan, suhu udara, dan pola cuaca di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Tarakan Gandeng DMI Kaltara: Berikan Perlindungan Jaminan Sosial bagi Ekosistem Masjid

Lanjut Dior, dengan kondisi cuaca panas itu, secara tidak langsung akan berdampak terhadap produksi padi, juga peternakan ayam baik untuk kebutuhan daging ayam maupun untuk ayam bertelur dan berbagai komoditi lainnya.

“Dampaknya dari badai ini biasanya banyak petani yang gagal panen karena kondisi cuaca panas dan kemarau, tentu kalau kondisinya seperti itu akan berdampak dengan stok dan mempengaruhi kondisi harga di daerah asal,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Pastikan Stok dan Penyaluran LPG 3 Kg di Tanjung Selor Tetap Aman dan Terkendali

Menurutnya, ketika kondisi stok barang berkurang, sebagaimana hukum ekonomi, maka di pasar alam terjadi lonjakan harga lantaran stok terbatas sedangkan kebutuhan meningkat.

“Kita hanya minta masyarakat mengantisipasi saja kemungkinan adanya kenaikan harga karena badai El Nino ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *