DPRD Kaltara Tanggapi soal Ballpress, Rancang Raperda Barang Impor

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR -Peredaran pakaian bekas atau ballpres bukan lagi menjadi rahasia. Bahkan penjualan pakaian bekas pun dipasarkan secara bebas oleh penjual. Baik dipasarkan secara online ataupun dijajakan di pasar.

Belum lama ini Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Tarakan berhasil menggagalkan penyelundupan barang ilegal berupa pakaian bekas sebanyak 64 karung. Ballpres tersebut diangkut dari Tawau Malaysia menuju muara sungai Talisayan Kabupaten Berau, provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara Ihin Surang mengatakan, dalam berbisnis ballpres saat ini untung ruginya pasti ada. Hanya saja jika dilihat dari sisi perdagangan global artinya perdagangan ballpres, maupun daging beku boleh masuk.

Baca Juga :  Air Bersih dan Bus Sekolah Jadi Aspirasi Utama Reses DPRD Kaltara di Nunukan

“Beberapa bulan lalu saya sempat mengurus ballpres ini. Kita inikan Asia sudah masuk perdagangan global artinya bisa dong ballpres itu masuk. Tapi ada beberapa catatan,”ungkapnya, Ahad (23/7).

“Dari catatan itu tentu si pelaku usaha harusnya memenuhi aturan-aturan yang ada, dia (Pelaku usaha) harus melapor ke imigrasi dan sebagainya. Untuk melintasi jalan ballpres, tujuan mereka melaporkan itu tentu ada kewajiban mereka untuk meningkatkan PAD seperti ke Bea Cukai,” ungkapnya lagi.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Dukung Wacana Penyaluran Genteng lewat Koperasi Merah Putih

Saat ini kata Ihin, DPRD sedang menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang retribusi dan pajak daerah yang salah satunya berbicara terkait perdagangan ballpres yang mana dalam ranperda itu akan mendukung perdagangan antar negara.

“Kalau kita bicara soal perdagangan antara negara itu cuma di Malaysia yang hanya negara tetangga, dan jangan lupa juga masyakarat kita ( Kaltara) ini banyak yang dua identitas. Masyarakat kita yah lalu lalang sebenarnya di perbatasan,” jelasnya.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Dukung Wacana Penyaluran Genteng lewat Koperasi Merah Putih

Tak hanya itu, Ihin juga kurang setuju bukan hanya pada ballpres, peredaran daging beku dari Malaysia bisa dijual lebih murah jika dibanding dengan daging sapi lokal.

“Sekarang inikan banyak masyarakat kita lebih memilih daging yang lebih murah, daging kita dalam negeri itu sangat mahal. Apalagi daya beli masyarakat itu berbeda-beda makanya hal akan terus kami carikan solusi agar peredaran ballpress dan juga daging ini bisa dijual dengan bebas tanpa merugikan satu sama lain,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ike Julianti

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *