BPBD Nunukan Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana di Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, saat ini tengah melakukan sosialisasi dan pembentukan forum pengurangan risiko bencana di Kabupaten Nunukan.

Kepala BPBD Nunukan Arief Budiman, menyebut forum pengurangan risiko bencana ini nantinya akan melibatkan masyarakat, pemerintah desa dan kecamatan.

“Bencana yang sering terjadi di Kabupaten Nunukan atau sering salah satunya itu di Kecamatan Sembakung, Lumbis dan wilayah lainnya yang baru saja terkena banjir bandang, banjir dan longsor di Krayan dan terkena dampak banjir kiriman dari Malaysia bahkan di Nunukan juga terkena banjir,” kata Arief, Jumat (14/7/2023).

Baca Juga :  Ganggu Arus Lalu Lintas, Satpol PP Tertibkan Jemuran Rumput Laut Seputaran Jalan Lingkar

Melihat fenomena seperti itu, ia mengatakan harus ada sinergi untuk mencegah bencana agar tidak berdampak kepada masyarakat luas. Seperti di Sembakung dalam tahun ini sudah 5 kali terendam banjir akibat kiriman air dari Malaysia.

“Untuk mengatasi hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga tanggung jawab pemerintah pusat,” terangnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Profesionalisme Petugas, Tim Rescue Damkar Nunukan Latihan Penyelamatan di Ketinggian

Ditambahkan Kasubbid Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin bahwa fungsi strategis forum yaitu untuk membangun kemitraan dengan masyarakat sipil, khususnya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), memfasilitasi dan berbagi informasi, meningkatkan akses dan melakukan peran advokasi.

Menurutnya, forum pengurangan risiko bencana harus berperan yang lebih strategis dalam upaya penanggulangan bencana sehingga tidak terjebak pada kegiatan teknis.

Baca Juga :  Pembentukan Kopdes Merah Putih di Sebatik Utara Dikebut

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerjasama semua pihak. Proses dan pembentukan dan pelaksanaan forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) harus mengedepankan tujuan bersama untuk mengurangi risiko bencana, dengan tetap memperhatikan kapasitas dan kepentingan masing-masing anggota,” terangnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *