benuanta.co.id, BERAU – Antisipasi terjadi bencana alam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau telah mendirikan 11 posko setiap kecamatan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin mengatakan 11 posko tersebut telah dilengkapi beberapa peralatan inti pemadaman api.
“Kita telah membuat posko di 11 kecamatan, yang dilengkapi dengan peralatannya. Peralatan-peralatan yang ada itu, akan digunakan bila mana ada terjadinya bencana alam, termasuk Karhutla dan kebakaran pemukiman warga,” ungkapnya Jumat (23/6/2023).
Pihaknya menjelaskan telah terbangunnya 11 posko pada setiap kecamatan tersebut di Kabupaten Berau sudah dilakukan sejak 2019 lalu.
“Tentu personel dan sarana dan prasarana (Sapras) nya sudah lengkap,” ujarnya.
Salah satunya BPBD Berau telah sediakan mobil Damkar khusus pemukiman dan Damkar khusus Karhutla, serta dibantu water suplai, pompa portable, selang dan pompa punggung.
“Itu sudah kita lengkapi termasuk alat manual untuk pemadaman hotspot mana kala terjadi kebakaran,” bebernya.
Hanya saja, Thamrin mengungkapkan masih ada yang menjadi kelemahan yaitu minimnya personil di kecamatan.
“Di mana idealnya 6 satu posko, namun kini hanya dua hingga 3 orang,” tuturnya.
Terkait hal tersebut, pihaknya telah usulkan, dan diharapkan bisa di Anggaran Belanja Tahunan (ABT) dan disetujui Pemkab Berau, sehingga adanya penambahan personil.
“Sehingga ketika disetujui kita akan tambah personil di setiap kecamatan, termasuk di posko induk yang ada di Tanjung Redeb,” imbuhnya.
Sebab setiap tahunnya soal Karhutla di Berau akan terus dilakukan evaluasi terutama soal kesiapan peralatan yang ada pada posko-posko di 11 kecamatan.
“Karena tujuannya untuk memastikan kesiapan peralatan, sehingga ketika saat digunakan nantinya tidak adanya terdapat permasalahan di lapangan. Apalagi kita juga adakan pelatihan ke masyarakat dan aparat kampung atau kecamatan, guna bisa bantu tangani setiap jenis bencana, baik itu alam ataupun Karhutla,” pungkasnya.(*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli







