Malaysia Bakal Perbaiki Jalan Perlintasan di Long Midang-Ba’kelalan, Pemerintah Indonesia Bagaimana?

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pasca Pemerintah Sarawak, Malaysia resmi membuka perbatasan Ba’kelalan- Long Midang sejak Kamis, (17/11/2022) lalu, kini perlintasan orang maupun barang telah kembali normal seperti sebelum Covid-19.

Camat Krayan, Ronny Firdaus menyampaikan hingga kini perlintasan di perbatasan masih berjalan lancar, begitu juga dengan perlintasan barang hanya ada pembatasannya.

Pembatasan tersebut sebagaimana perjanjian perdagangan lintas batas (Border Trade Agreement atau BTA) 1970, antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia yakni membatasi nilai belanja bagi masyarakat di daerah perbatasan hanya dengan 600 Ringgit Malaysia (RM).

Baca Juga :  Deteksi Dini Kunci Pencegahan Penyebaran HIV/AIDS

“Sudah kembali aman dan lancar, meskipun di batasi sekali menyebrang hanya boleh membawa barang yang harganya hanya RM 600, tapi ini sudah sangat memenuhi kebutuhan masyarakat disini baik kebutuhan pokok maupun kebutuhan bahan material bangunan,” ungkap Ronny kepada benuanta.co.id, Selasa (17/1/2023).

Ronny menyampaikan, bahkan di hari pertama setelah dibuka masyarakat Kryan yang melintas keluar mencapai hingga 200 orang per harinya, namun untuk saat ini hanya berkisar hingga 50 orang per harinya.

Dikatakannya, selama pintu perbatasan dibuka kembali, masyarakat Krayan sangat dimudahkan hanya dengan bermodalkan Pass Lintas Batas (PLB) masyarakat bisa melintas dan membawa kendaraan baik roda dua maupun roda empat ke negara tetangga tersebut.

Baca Juga :  Marak Tambang Ilegal, Kewenangan Dinas ESDM Kaltara Sebatas Perizinan dan Pembinaan Administratif

Kendati begitu, Ronny menyampaikan jika dalam waktu dekat ini ada wacana akan dilakukan perbaikan jalan dari titik 0 perbatasan masuk ke wilayah Ba’kelalan.

Sehingga nantinya, jika perbaikan jalan tersebut telah dilaksanakan, kendaraan roda dua maupun roda empat untuk sementara tidak boleh melintas dulu.

“Tidak di tutup, hanya saja kalau biasanya boleh masuk bawa kendaraan, nantinya setelah proses pengerjaan jalan tersebut kendaraan masyarakat tidak boleh melintas dulu jadi masyarakat hanya boleh masuk jalan kaki,” ucapnya.

Baca Juga :  PKB Mulai Siapkan Strategi Pilkada 2031, Herman Siap Bertarung

Saat ini kondisi jalan masuk ke Ba’kelalan hanya berbahan tanah dan batu tersebut sudah rusak, sehingga pihak Sarawak Malaysia akan melakukan perbaikan dalam waktu dekat ini.

“Rencananya dalam waktu dekat ini, tapi kita belum dapat informasi lebih lanjut lagi,” tandasnya. (*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *