benuanta.co.id, MAKASSAR – Aktivis yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi Sulsel (MARS) berkolaborasi dengan seniman Makassar Art Initiative Movement (MAIM) untuk memperingati hari antikorupsi sedunia, 9 Desember.
Dalam kegiatan ini MARS dan MAIM menggelar aksi kreatif berupa performance art dengan tema ‘Seni Melawan Korupsi’ yang dilaksanakan di bawah jembatan layang Fly Over di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis, (8/12/2021).
Ketua Badan Pekerja Anti Corruption Commitee (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun mengatakan, aksi tersebut merupakan ide para aktivis dalam upaya pemberantasan korupsi di Sulawesi Selatan.
Menurut Kadir, bahwa aksi kreatif ini membawa tiga isu yang dituangkan melalui lukisan. Yakni, Penegakan Hukum, Demokrasi dan Anti Korupsi.
Pasalnya diungkapkan Kadir, penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi tidak berjalan maksimal. Serta sikap pemerintah terkait anti korupsi hanya sebatas slogan.
“Penegakan hukum tidak berjalan dengan baik, soal anti korupsi yang disampaikan oleh pemerintah hanya sekedar batas imik, tapi tidak pernah dilaksanakan secara maksimal di lapangan,” ungkap Kadir disela aksi tersebut.
Maka dari itu dengan aksi kreatif tersebut, MARS bersama MAIM ingin menyampaikan kepada publik bahwa kasus korupsi sangat rawan di segala sektor. Apalagi tidak sedikit kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan maupun kepolisian di Sulawesi Selatan berjalan mandek.
“Banyak kasus korupsi yang mandek di Kejaksaan dan kepolisian, pemberantasan korupsi di Sulsel itu jalan santai, pemberantasan korupsi tidak menjadi hal yang serius oleh pemerintah dan penegak hukum,” tandas Kadir.(*)
Penulis: Akbar
Editor: Ramli







