benuanta.co.id, GOWA – Sejak terjadinya bencana longsor di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Rabu (16/11) lalu. Tim gabungan terus melakukan upaya dalam penanganannya.
Baik dari BPBD Gowa, perangkat kecamatan setempat, Korps Brimob Polda Sulsel, Polres Gowa, Kodim 1409 Gowa, PMI, dan tim SAR lainnya.
Baik dalam mengevakuasi korban, hingga membuka akses jalan yang tertutup atau lumpuh akibat longsor. Berdasarkan data yang ada, tercatat enam korban jiwa, satu orang hilang, dan sebanyak 15 kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.
“Sejak terjadi bencana Pemerintah Kabupaten Gowa bersama seluruh elemen yang ada. Terus bekerja keras memastikan penanganannya berjalan maksimal tanpa kendala,” kata Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.
Ia mengungkapkan, penanganan bencana longsor di Kecamatan Parangloe dihentikan sementara. Hal ini disebabkan karena hujan dengan intensitas tinggi di lokasi bencana.
Sehingga, kondisi tanah yang masih labil di lokasi, memaksa tim untuk menghentikan pencarian korban jiwa dan pembersihan sisa-sisa longsor.
“Alat-alat berat di lokasi juga untuk sementara dipindahkan ke lokasi yang aman,” ujarnya.
Olehnya pencarian kepada satu korban yang dinyatakan masih hilang akan kembali dicari jika kondisi di lokasi sudah memungkinkan. Adnan juga meminta agar seluruh masyarakat mendoakan agar korban longsor yang saat ini belum ditemukan bisa segera ditemukan.
“Saya berharap kita semua warga Gowa berhati-hati dan saling menjaga keselamatan terutama menghadapi musim cuaca yang ekstrim ini. Bagi masyarakat yang beraktivitas di luar rumah tetap hati-hati. Utamakan keselamatan dan kesehatan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Gowa, Iksan Parawansah mengatakan bahwa seluruh komponen telah diturunkan untuk penanganan bencana ini.
“Tim gabungan tetap stand by untuk penanganan longsor. Dari Dinsos Gowa juga sudah diturunkan membangun dapur umum untuk membantu para korban,” terangnya.
Lanjut Iksan, dalam kondisi yang cukup ekstrim ini dihimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati serta untuk sementara menghentikan aktivitas di sekitar aliran Sungai Jeneberang.
“Kita doakan bersama semoga korban cepat ditemukan dan cuaca ekstrim ini dapat segera berakhir,” pungkasnya.(*)
Reporter: Akbar
Editor: Ramli







