benuanta.co.id, NUNUKAN – Curah hujan yang cukup deras mengakibatkan bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu (21/5/2022) sekitar pukul 23.00 WITA di Jalan Pongtiku RT 19, Kelurahan Nunukan Tengah. Sebanyak 2 rumah beton terkena longsor.
Lorminton Damar, pemilik rumah yang terkena longsor mengungkapkan bencana yang cukup mengancam tersebut terjadi saat malam hari sekitar pukul 23.00 WITA.

“Saat hujan deras, sekitar jam setengah 11 saya dan istri duduk di dapur minum kopi, kemudian istri saya menyuruh duduk di depan rumah. Tidak sampai 10 menit kami dengar suara bunyi gemuruh runtuhan, saat saya lihat kondisi sudah longsor begini,” kata Damar kepada benuanta.co.id, Minggu (22/5/2022)
“Sudah disiring di belakang rumah sudah ada 3 susun, jadi tidak ada pemikiran kalau akan terkena longsor. Masih trauma sampai saat ini belum ada tidur,” ujarnya.
“Kerugiannya sebagian dapur runtuh, perabotan rumah tangga dan 1 ternak peliharaan saya mati karena tertimpa longsor. Kalau rumah tetangga saya pak Royen tidak ada yang rusak, hanya terkena dampak saja, tanah di belakang rumahnya terkikis cuman kita tetap waspada karena takut ada longsor susulan,” ungkapnya.
“Saya berharap pihak BPBD dan OPD terkait dapat sedikit membantu.” Harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pelaksana BPBD Kabupaten Nunukan, Arief Budiman mengatakan untuk penanggulangannya akan dilakukan dengan membawa bronjong untuk mencegah longsor susulan.
BPDB hanya menyiapkan bronjong dan karung. Untuk isinya yakni batu dan pasir dari masyarakat setempat.
“Masyarakat setempat siap gotong royong membantu mengisi bronjong tersebut, kita juga akan memasang terpal supaya tidak ada resapan,” kata Arief kepada benuanta.co.id, Minggu (22/5/2022)
“Karena 2 rumah deretan ini sudah mulai terkikis, informasi dari BMKG curah hujan dalam waktu dekat ini sangat tinggi, jadi kita khawatirkan longsor susulan namun kita berharap semoga tidak ada longsor susulan.” Pungkas Arief. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Matthew Gregori Nusa







