Arus Penerbangan Lebaran Aktivitas Pesawat di Tarakan Meningkat

benuanta.co.id, TARAKAN – Berakhirnya momen libur Lebaran Idul Fitri 1443 H membuat Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan melakukan penutupan pada posko yang disiagakan pada 25 April 2022 lalu. Penutupan ini dilakukan pada Rabu, 11 Mei 2022 kemarin, di halaman kantor Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan.

Kepala Badara Internasional Juwata Tarakan, Agus Priyanto menuturkan, ia mengambil referensi tolak ukur peningkatan aktivitas pesawat pada tahun 2019 lalu. Menurutnya, pada tahun 2020 dan 2021 sedang terjadi puncak pandemi sehingga arus keberangkatan pada dua tahun tersebut terbilang cukup rendah.

“Kita ambil perbandingan di masa yang normal tahun 2019, aktivitas pesawat meningkat 10 persen, tetapi untuk penumpang dibanding 2021 itu ada minus 41 persen,” tuturnya, Rabu (11/5/2022).

Baca Juga :  Selama Ramadan Polres Tarakan Antisipasi Balap Liar hingga Penimbunan Bahan Pangan

Adapun peningkatan pada arus pesawat di tahun 2019 sebanyak 190 penerbangan, sedangkan pada tahun 2022 sebanyak 225 penerbangan. Artinya terdapat peningkatan sebesar 18,42 persen.

Sementara untuk penumpang sendiri, pada tahun 2019 sebanyak 15.104, sedangkan di tahun 2022 sebanyak 8.975. Angka ditahun inipun disinyalir mengalami penurunan 40,58 persen dan dinilai terdapat peningkatan dibandingkan tahun 2021 lalu yang hanya 6.693 penumpang per H-7 dan H+7 lebaran.

Begitupun dengan cargo yang meningkat sebesar 19,12 persen dibanding tahun 2019. Artinya pesawat penumpang dan cargo ada fluktuasi peningkatan pada masa liburan 2022.

Baca Juga :  Harga Telur di Pasar Gusher Tarakan Naik Bertahap Jelang Imlek dan Ramadan

“Ini kira-kira gambaran masa posko sejak 20 April 2022 sampai 10 Mei 2022, sehingga posko sudah ditutup kemarin,” ujarnya.

Agus juga menyebut bahwa Kementrian Perhubungan menyampaikan apresiasi dari presiden Jokowi bahwa mudik tahun 2022 ini dapat berjalan lancar dan sehat.

Terdapat pula hal yang perlu pihaknya evaluasi yaitu delaynya pesawat serta tak jarang tertinggalnya penumpang.

“Pasti namanya kendala tidak bisa kita hindari, contoh pada Lion ada delay, kemudian penumpang ada yang ketinggalan 4 orang, biasanya dari daerah kabupaten karena pesawatnya delay sehingga tidak bisa terangkut, ada juga mahasiswa yang tertinggal karena harus menyelesaikan tugasnya sehingga dia tertinggal,” urainya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan 2026, MUI Tarakan Imbau Masyarakat Jaga Kekhusyukan hingga Penutupan THM

Menurutnya, hal seperti ini diluar kapasitas pihaknya, namun Agus mengatakan akan tetap mencoba meminimalisir suatu permasalahan dalam keberangkatan penumpang.

“Untuk pengamanan, secara keseluruhan jumlah kecelakaan turun 50 persen, temuan benda terlarang juga belum ada temuan, untuk pemeriksaan daily kita lakukan namun belum ada penangkapan juga dari barang-barang terlarang itu,” tandasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *