Pelajar dari Desa Mangkupadi dan Tanah Kuning Diprioritaskan Belajar Bahasa Inggris dan Mandarin

benuanta.co.id, BULUNGAN – Dukung pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi untuk pemenuhan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Pemerintah Kabupaten Bulungan bakal membuka program Diploma 3 Bahasa Inggris dan Mandarin.

“Komitmen saya berkaitan dengan SDM di kawasan KIPI, tahun ini akan kita buka program Diploma 3 Bahasa Inggris dan Mandarin yang sekolahnya ada di Bulungan,” ujar Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Selasa 8 Februari 2022.

Dia menuturkan, penyediaan SDM ini pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Universitas Kristen Maranatha Bandung. Para pesertanya sendiri tak harus datang ke Bandung untuk belajar, tapi akan tetap di Bulungan.

“Insya Allah kuliahnya nanti di Universitas Kaltara sehingga tidak jauh, sehingga kita tidak mengirim anak-anak kita ke Bandung justru dosen atau guru nya yang kita datangkan kesini,” ucapnya.

“Dengan Universitas Kristen Maranatha Bandung ini kita sudah melakukan kerjasama untuk membuka kelas di Kabupaten Bulungan dalam rangka peningkatan kapasitas SDM bagi anak-anak Bulungan menyambut kehadiran kawasan industri,” sambungnya.

Tahap pertama, akan dibuka 2 kelas belajar dimana kapasitas perkelasnya hanya 40 orang, sehingga totalnya 80 orang. Dimana prioritasnya untuk anak-anak kita yang berasal dari Mangkupadi dan Tanah Kuning sebagai desa terdampak.

“Ini sebagai bentuk perhatian khusus untuk mereka disana. Ini sangat penting dan sebagai modal untuk bisa masuk di kawasan industri tersebut,” paparnya.

Syarwani menyebutkan, sebagai contoh sejak tahun 2012 lalu sampai 2018 akhir, Bulungan pernah beberapa kali mengirimkan anak pelajar untuk belajar di negeri Cina. Hal ini dilakukan dengan kerjasama Pemkab Bulungan bersama perusahaan tambang PT PKN.

“Manfaatnya tidak hanya belajar, para transleter Bahasa Mandarin ini juga memiliki gaji yang lumayan sekitar Rp 7 juta kalah dengan gaji PNS golongan 3 A saat pertama kali masuk bekerja. Itu hanya menerjemahkan dari Bahasa Mandarin ke Indonesia dan sebaliknya,” tuturnya.

Tak hanya membuka program kelas bahasa, termasuk yang dicanangkan saat groundbreaking pada 21 Desember 2021 lalu. Di kawasan industri hijau itu akan dibangun Politeknik dan Balai Latihan Kerja (BLK).

“Ini untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian anak-anak kita, jangan sampai kita hanya jadi penonton dirumah kita sendiri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *