benuanta.co.id, BULUNGAN – Hidupkan gairah masyarakat nelayan di Kabupaten Bulungan dalam mencari nafkah. Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan akan menyalurkan bantuan alat tangkap perikanan bagi kelompok nelayan Bulungan.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan bantuan tersebut merupakan dana Pokok Pikiran (Pokir) atau dana aspirasi, yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bulungan jumlahnya sebesar Rp 4,2 miliar.
“Bantuan alat tangkap perikanan rencananya akan disalurkan kepada 61 kelompok nelayan pada 9 kecamatan di Bulungan,” ujar Syarwani kepada benuanta.co.id, Selasa 8 Februari 2022.
Adapun kelompok nelayan penerimaan bantuan diantaranya, 17 kelompok di Kecamatan Tanjung Selor, 7 kelompok di Kecamatan Tanjung Palas, 9 kelompok di Kecamatan Tanjung Palas Tengah, 14 kelompok di Kecamatan Tanjung Palas Timur dan 2 kelompok di Kecamatan Tanjung Palas Barat.
Kemudian di Kecamatan Bunyu ada 3 kelompok, Kecamatan Sekatak ada 3 kelompok, Kecamatan Peso Hilir ada 4 kelompok dan di Kecamatan Peso ada 2 kelompok.
“Dananya dari Pokir bersumber dari APBD sebanyak Rp 4,2 miliar,” sebutnya.
Dia menyebutkan jenis bantuan alat tangkap yang akan disalurkan yaitu Gillnet atau pukat sebanyak 450 set, Trammel Net ada 204 set, jaring tugu sebanyak 1.030 Kilogram, Waring kasar sepanjang 13.480 meter dan tali nylon sepanjang 1.070 meter
Lalu mesin ketinting ada 191 unit dan mesin tempel 15 HP ada 1 unit, mesin diesel 24 HP ada 9 unit, perahu susun sirih sebanyak 52 unit, mesin genset ada 76 unit dan Cool Box sebanyak 162 unit.
“Jadi bantuan ini sesuai dengan kebutuhan kelompok nelayan yang akan menerima bantuan. Diharapkan bantuan ini digunakan sebaik-baiknya dan tepat sasaran,” pintanya.
Mantan Ketua DPRD Bulungan ini menuturkan terkait teknis penyaluran bantuan, Dinas Perikanan Bulungan akan melakukan identifikasi, proses pengadaan bantuan dan penyaluran. Dimana bantuan tersebut akan disalurkan pada bulan Mei 2022 mendatang.
“Ada juga dari APBN, Bulungan mendapatkan bantuan program kampung budidaya di Tanah Kuning dan program bantuan Kampung Nelayan Maju di Salimbatu dan bantuan bioflok di desa Tanjung Buka,” ucapnya.
Syarwani menambah program kampung budidaya di Desa Tanah Kuning bantuannya berupa bibit udang windu, saat ini sudah diverifikasi, tinggal menunggu tindak lanjut. Sedangkan bantuan program Kampung Nelayan Maju di Desa Salimbatu masih tahap sosialisasi implementasi dari pusat.
“Kalau bantuannya itu sesuai kebutuhan masyarakatnya dan pengusulannya dari masyarakat langsung ke pemerintah, diharapkan Dinas Perikanan untuk memfasilitasi usulan tersebut,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Matthew Gregori Nusa







