benuanta.co.id, BULUNGAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Utara merilis indeks harga konsumen (IHK), dari 90 kota pantauan IHK nasional, bulan November 2021 terdapat 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota lainnya mengalami deflasi.
“Inflasi tertinggi terdapat pada Kota Sintang sebesar 2,01 persen sedangkan inflasi terendah terjadi pada Kota Pontianak dan Bima sebesar 0,02 persen,” ungkap Kepala BPS Kaltara Tina Wahyufitri kepada benuanta.co.id, Rabu 1 Desember 2021.
Deflasi tertinggi terdapat pada Kota Kotamobagu sebesar -0,53 persen dan deflasi terendah terjadi pada Kota Tual sebesar -0,16 persen. Sedangkan untuk Provinsi Kaltara gabungan Kota Tarakan dan Tanjung Selor pada bulan November 2021 mengalami inflasi sebesar 0,87 persen.
“Kota Tarakan terjadi inflasi sebesar 1,06 persen dan Tanjung Selor mengalami inflasi sebesar 0,17 persen,” ucapnya.
Inflasi di Kaltara dipengaruhi oleh kenaikan indeks pada kelompok transportasi sebesar 3,91 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,16 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,51 persen.
Lalu di kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen.
Kemudian pada kelompok pengeluaran yang memiliki andil dominan terhadap inflasi Kaltara adalah kelompok transportasi sebesar 0,47 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,35 persen. Serta di kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01
persen.
“Jika kelompok makanan, minuman dan tembakau diperinci, maka terjadi inflasi pada kelompok bahan makanan di Kaltara sebesar 1,58 persen, inflasi tahun kalender sebesar 4,24 persen dan inflasi tahunan sebesar 5,68 persen,” sebutnya.
Tina menambahkan ada 5 jenis barang dan jasa penyumbang tertinggi inflasi pada Kaltara di bulan November adalah angkutan udara sebesar
0,47 persen, daging ayam ras sebesar 0,27 persen, minyak goreng sebesar 0,05 persen, ikan bandeng sebesar 0,03 persen dan ikan layang sebesar 0,03 persen.
“Sedangkan lima jenis barang penyumbang deflasi adalah tomat sebesar -0,03 persen, bawang
merah sebesar -0,02 persen, labu sebesar -0,02 persen, cabai rawit sebesar -0,02 persen, dan bayam sebesar -0,01 persen,” tutupnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli







