benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan berupaya mewujudkan indikator smart mobility dan keselamatan masyarakat dalam bepergian. Dalam hal ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tarakan melakukan uji coba bundaran yang dilakukan di depan Stadion Datu Adil.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Muhammad Haidir menerangkan bahwa di titik rawan kecelakaan harus selalu dalam pemantauan. Salah satunya dengan menerapkan rekayasa bundaran sebelum akhirnya dibuat secara permanen.
“Walikota menugaskan kami untuk merekayasa titik ruas jalan yang kondisinya rawan kecelakaan dan salah satunya di simpang stadion ini,” tuturnya, Senin (29/11/2021).
Uji coba ini diwacanakan akan diberlakukan selama tiga hari. Setelahnya akan dievaluasi untuk layak tidaknya dibentuk bundaran permanen.
“Nanti kita akan ambil kesimpulan, kalau ternyata layak berkeselamatan, lancar dan tertib maka akan kita permanenkan,” sambung Haidir.
Sebelumnya pihaknya mewacanakan memasang traffic light di area tersebut. Namun, dilihat dari kondisi kepadatan pengendara nampaknya tidak memungkinkan jika dipasang traffic light.
Tak hanya di depan Stadion, rencana akan ada uji coba bundaran yakni di area Sebengkok Tiram.
“Kita sudah pantau, dan testimoni dari masyarakat itu sering terjadi kecelakaan, bahkan tak terhitung dan sampai memakan korban jiwa,” tegas Haidir.
Adapun wacana pemasangan bundaran secara permanen ini akan dilakukan pada tahun 2022. Kendati demikian, dirinya terus berkoordinasi dengan Pemkot maupun Departemen Perhubungan untuk status jalan tersebut.
“Ada juga jalan nasional yang di Sebengkok itu, tetap kita surati dan komunikasikan, kalau jalan itu milik daerah ya kita akan lapor ke pak wali semoga ada dananya. Kalau jalan nasional kita koordinasikan ke pengelola jalan nasional,” beber dia.
Haidir menjelaskan, untuk model bundaran nantinya, akan menyesuaikan dengan lokasi, mengingat Stadion Datu Adil merupakan lokasi yang selalu digunakan untuk kegiatan massal.
“Mungkin bundarannya yang tidak mengganggu aktifitas masal kali ya. Di Datu Adil sering ada kegiatan massal juga, kita coba desain dulu nanti kita lapor ke pimpinan,” tuntasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







