benuanta.co.id, TARAKAN – Lapas Tarakan tak hanya kekurangan petugas namun fasilitas untuk memeriksa titipan keluarga bagi narapidana pun juga terbatas.
Dikatakan oleh Kepala Lapas Kelas II Tarakan, Yosef Benyamin Yambise bahwa saat ini pihaknya memeriksa barang titipan secara manual. Ia pun juga mengakui terbatasnya sarana dan prasarana yang ia miliki.
“Pemeriksaan selama ini hanya manual, kadang kita harus bongkar, meskipun itu makanan kita bongkar,” ujarnya, Senin (22/11/2021).
Hal ini ia lakukan untuk meminimalisir masuknya barang-barang terlarang ditengah minimnya sarpras yang pihaknya miliki.
“Pelayanannya itu setiap hari dari jam 8 sampai jam 4 sore,” tambahnya.
Ia juga memberlakukan wartel suspas yang digunakan untuk komunikasi warga binaan dengan keluarga. Karena semenjak Maret 2020 lalu, Lapas Kelas II Tarakan tak lagi memberlakukan pertemuan tatap muka dengan keluarga warga binaan.
“Jadi ini bisa juga, kalau mereka (warga binaan) kangen keluarga bisa vidio call saja lewat sini, tapi kalau tatap muka kita tidak dulu,” sambung Yosef.
Dalam hal ini pihaknya berharap kepada pemerintah daerah untuk segera memberikan fasilitas seperti scanner untuk memeriksa titipan keluarga.
“Kita harap sarpras seperti Xray itu cepat ada karena kita sudah siap juga mau mengirim dua petugas kita untuk mengikuti pelatihan menggunakan X Ray,” tuntasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







