benuanta.co.id, TARAKAN – Pengakuan sejumlah warga di wilayah pesisir Kota Tarakan membutuhkan vaksinasi rumah ke rumah (Door to door). Salah satu warga RT 1 Juata Laut, Rizky Amalia (20) menjelaskan, dirinya awalnya enggan melakukan vaksin. Ia menjelaskan bahwa vaksinasi yang dilakukan cenderung membutuhkan waktu yang lama dengan antreannya.
“Awalnya saya tidak mau vaksin karena ya takut aja dan mengantre lama sekali,” tuturnya, Senin (15/11/2021).
Pemerintah Provinsi Kaltara bersama dengan BIN Daerah Kaltara menggelar program vaksinasi bagi warga di pesisir atau ‘jemput bola’. Masyarakat pun mengaku senang karena hal ini yang membuat mereka tertarik untuk ikut vaksin.
“Kemarin selain lama antre, saya juga takut disuntik tapi sekarang tidak takut karena tidak sakit juga,” tambah wanita berhijab itu.
Sementara itu, Ketua RT 1 Nasrullah menerangkan bahwa warganya saat ini sudah sekitar 80 persen tervaksin dosis pertama dan kedua. Sebelum vaksin door to door, warga harus mengantre lama di halaman Polairud.

“Karena antre itu masyarakat saya juga memilih tidak vaksin dan sekarang Alhamdulillah disambut baik mereka mau vaksin,” terangnya.
Warga Nasrullah saat ini berjumlah 140 Kepala Keluarga dan hanya tinggal 20 persen lagi untuk vaksinasi.
Kaposda Tarakan Binda Kaltara, Ardibramasta menjelaskan kegiatan vaksinasi melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan. Adapun vaksin yang disuntikkan jenis Pfizer dosis pertama.
“Kita sediakan 200 dosis Pfizer untuk 2 RT, karena antusiasme masyarakat juga cenderung meningkat untuk vaksin,” kata dia.
Pria yang akrab disapa Ibra ini juga menuturkan bahwa pihaknya juga memvaksin seluruh wilayah Kaltara seperti Sebatik Nunukan termasuk Tarakan dengan target penuntasan pandemi covid-19.
“Estimasi jika sampai tuntas, mungkin sudah lebih dari 10 ribu dosis. Sampai sekarang kami sudah sampai 5 ribu dosis secara keseluruhan,” tuntas Ibra. (*)
Reporter: Ramli
Editor: Nicky Saputra







