benuanta.co.id, TARAKAN – Nomor Induk Kependudukan (NIK) sempat menjadi permasalahan ketika masyarakat hendak melakukan vaksin. Kalangan yang paling banyak mendapatkan kendala gegara NIK sebelum vaksinasi adalah pelajar.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan, Hamsyah mengatakan, ia beberapa hari lalu sempat menerima gerombolan yang mayoritas pelajar mendatangi Capil. Hal ini karena terkendalanya NIK mereka ketika hendak melakukan vaksinasi.
“Jadi memang sistem kita itu kalau tidak terupdate NIKnya tidak akan terbaca, makanya datanglah ke Dukcapil untuk kami update, karena itu by system untuk bisa terbaca,” terangnya kepada benuanta.co.id, Senin (12/10/2021).
Adapun hal yang harus dibawa sebelum update data NIK di Capil kota Tarakan haruslah membawa Kartu Keluarga (KK) atau KTP jika sudah memiliki KTP.
“Membawa KK atau KTP boleh, dibawa saja dan akan kami bantu proseskan,” imbuhnya.
Sementara itu, tak butuh waktu lama untuk mengupdate ini. Nantinya, NIK yang sudah terupdate juga akan tersambung di aplikasi Peduli Lindungi.
“Sebenarnya bisa langsung connect ke Peduli Lindungi tergantung juga dari pusat, kami hanya bantu proses kan saja kan,” tutur Hamsyah.
Diakuinya bahwa saat ini kewenangan Capil daerah hanya sekedar membantu memproses data yang ada saja. Untuk keseluruhan data per kabupaten atau kota saat ini terpusat di aplikasi yang diakses oleh Kependudukan Pusat.
“Kita langsung laporkan kepusat dan kebanyakan pelajar karena tidak terbaca NIKnya, tapi kita sudah antisipasi semua permasalahannya kan kelemahan sistem aja tidak terupdate,” tutupnya.(*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







