benuanta.co.id, TARAKAN – Tidak seperti daerah lain di Indonesia yang biasanya memiliki cuaca musiman, Kota Tarakan tidak demikian. Bahkan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengakui cuaca Tarakan tidak menentu.
Dijelaskan Kepala BMKG Kota Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi bahwa Tarakan tidak termasuk ke dalam zona musim.
“Jadi kota Tarakan itu tidak ada istilah musiman, kita tidak masuk zona musim yang mengalami musim kemarau atau hujan,” terangnya saat ditemui oleh benuanta.co.id, Sabtu (4/9/2021).
Ia menjelaskan daerah yang masuk ke dalam zona musim memiliki ciri yaitu pada sepuluh hari pertama musim kemarau, memiliki intensitas hujan kurang dari 50 mili meter begitu pun seterusnya hingga sepuluh hari ketiga.
“Selama 30 tahunan mengamati kota Tarakan tidak pernah hujannya kurang dari 50 mili meter makanya tidak bisa disebut musim kemarau,” tutur Khilmi.
Khilmi menerangkan penyebab beberapa hari terakhir yang memiliki kondisi cenderung hujan dikarenakan ada angin yang dibawa dari lautan Australia.
“Sekarang dari benua Australia tapi dari lautnya yang masih membawa masa udara basah sehingga inilah yang menyebabkan hujan apalagi setiap menjelang Subuh,” imbuh dia.
Untuk saat ini arah angin yang dibawa ke Kota Tarakan ialah angin Timur yang diperkirakan terjadi pada akhir Juli hingga November mendatang. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Nicky Saputra







