oleh

Pemkab Bulungan Dapat Bantuan Alat PCR, Bupati Ingin Tarifnya di Bawah HET

benuanta.co.id, BULUNGAN – Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang inginkan sebelum kedatangan Presiden Joko Widodo pada bulan Oktober 2021 mendatang ke Ibukota Kaltara. Vaksinasi kepada masyarakat sudah harus mencapai angka 80 persen di setiap kabupaten kota.

Terkait keinginan tersebut, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan jika Pemkab Bulungan mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan.

“Termasuk kemarin kita mendapatkan support bantuan alat PCR dalam bentuk kontainer, yang akan ditempatkan di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo,” ucap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, kemarin.

Baca Juga :  Usai Pembangunan Turap, DKP Kaltara Pastikan Nelayan Masih Bisa Parkir Perahu di Perikanan

Kata dia, swab Polymerase Chain Reaction (PCR) akan menjadi kebutuhan dalam kondisi Covid-19, sebagai satu syarat keluar masuknya masyarakat ke Bulungan.

“Diperkirakan 2 minggu sudah ada disini nanti akan dibuat permanen,” ujarnya.

Untuk lokasinya sendiri, dirinya sudah meminta kepada Direktur RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Surya Tan agar melakukan penataan tempat PCR itu dibangun.

Baca Juga :  PTM di Kecamatan Tanjung Selor Dilakukan Secara Parsial

“Walaupun alatnya bisa dipindahkan, tapi alat ini akan tetap di rumah sakit sebagai alat swab PCR secara mandiri bagi masyarakat,” jelasnya.

Menyinggung soal sumber daya manusia (SDM)-nya, pihaknya telah meminta agar disiapkan sebanyak 6 orang baik dari rumah sakit maupun dari Dinkes Bulungan.

“Selain SDM kita juga nanti siapkan air dan listriknya,” bebernya.

Mantan anggota DPRD Kaltara ini menambahkan soal tarif swab PCR ini dirinya minta agar disesuaikan, dengan catatan jangan melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang di keluarkan oleh Kementerian Kesehatan.

Baca Juga :  DPRKP Bulungan Harapkan Warga Dapat Bantuan Menyempurnakan Bangunannya

“Dan saya minta itu di bawah HET malah, karena yang melakukan perjalanan ini bukan saja ASN. Termasuk juga teman-teman buruh saat pulang kampung, kalau mahal kan kasihan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed