benuanta.co.id, TARAKAN – Mengatasi berkurangnya pepohonan akibat pemanfaatan lahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan menggandeng berbagai pihak untuk merehabilitasi lahan dengan penanaman pohon berkelanjutan.
DLH Kota Tarakan tak tinggal diam untuk menjaga kelestarian lingkungan. Upaya tersebut dikemukakan oleh Kepala Seksi Penanggulangan, Pemulihan Kerusakan dan Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, Ahmad Satriansyah untuk menanggulangi beberapa lokasi-lokasi rentan bencana di Kota Tarakan yang mengalami Degradasi (Penurunan Kualitas) akibat berkurangnya pohon.
“Penanaman pohon merupakan salah satu dari program kami untuk merehabilitasi dan merestorasi lahan. Langkah ini kita lakukan untuk mengurangi resiko-resiko akibat berkurangnya pohon. Kita ketahui bersama beberapa waktu ini terjadi tanah longsor dan banjir di Tarakan,” ungkap Ahmad Satriansyah kepada benuanta.co.id pada Ahad, 29 Agustus 2021.
DLH Kota Tarakan menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bulungan Tarakan untuk menanam puluhan bibit pohon di area kampus, Kelurahan Kampung Empat Kecamatan Tarakan Timur.
Kata Ahmad, bibit pohon yang ditanam sebanyak 50 pucuk yakni jenis pohon Mahoni (Swietenia macrophylla), rambutan (Nephelium lappaceum) dan Nyamplung (Calophyllum inophyllum) pasalnya cocok dengan kondisi tanah di Tarakan. “Kegiatan ini akan terus berlanjut dan terbuka untuk semua pihak dan masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, STIE Bulungan Tarakan menyambut baik upaya pelestarian lingkungan tersebut dan hal itu menurutnya sebagai bentuk langkah sinergitas perguruan tinggi mendukung program pemerintah.
“Tentu hal ini (Penanaman Pohon) menjadi langkah edukasi kepada masyarakat dan perlu berkelanjutan agar kelestarian lingkungan hidup terjaga. Semoga visi Pemerintah Kota Tarakan melalui DLH Kota Tarakan dapat tercapai,” tutup Ketua STIE Bulungan Tarakan, Dr. Marso, S.E., M.Si.(*)
Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli







