benuanta.co.id, TARAKAN – Hampir 2 tahun pandemi Covid-19 melanda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah mengevaluasi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan berencana mempersiapkan Pendidikan Tatap Muka (PTM).
Dalam evaluasi tersebut, dipertimbangkan pula tentang kemampuan siswa, metode, ketersediaan sarana dan prasarana yang nantinya bakal diatasi oleh Disdikbud Kaltara.
Bahkan, Disdikbud mencanangkan menyediakan tab ponsel android bagi siswa yang terbukti kurang mampu.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, Teguh Henri Sutanto mengatakan, terdapat kendala pada peserta didik apabila terus menerus PJJ dan namun pertimbangan kesehatan tetap menjadi utama.
“Terjadi kejenuhan pada siswa, tidak mungkin menggunakan handphone seharian. Kemampuan kita ideal hanya 1 sampai 2 jam saja menggunakan pembelajaran daring. Kita khawatirkan anak-anak tidak bisa mencerna pembelajaran,” ungkap Teguh Henri Sutanto, Kamis (26/8/2021) kemarin.
Pun begitu, tak sedikit pula kendala sarana dan prasarana oleh siswa. Seperti halnya ponsel dipakai lebih dari satu orang anggota. “Ponsel tidak hanya dipakai satu orang untuk belajar, sehingga berpotensi terganggunya pembelajaran siswa,” sambungnya.
Mengatasi hal tersebut, Disdikbud Kaltara berencana bakal mengambil tindakan membantu peserta didik yang kurang mampu dengan membelikan tab ponsel android dan pulsa data.
“Kita menggunakan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) untuk membelikan tab dan pulsa data bagi siswa-siswa yang kurang mampu,” bebernya.
Teguh mengemukakan, bahwa pihak sekolah hanya sebatas meminjamkan ponsel kepada peserta didik dan nantinya akan dikembalikan. Di samping itu, Disdikbud Kaltara juga mengakui bantuan pulsa data yang diberikan pemerintah pusat kepada siswa selama ini tidak cukup.
“Daring terus dan anak-anak terkadang dibuat main game online, maka itu orang tua harus giat mendampingi,” tutupnya. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Yogi Wibawa







