Dibiarkan Menganga, Bekas Galian Jargas Dikeluhkan Warga

TARAKAN – Bekas galian jaringan gas (Jargas di Kelurahan Juata Permai dikeluhkan warga. Pasalnya, bekas galian tersebut menyisakan lubang menganga yang dapat membahayakan pengendara yang melintas.

Lubang bekas galian yang dikerjakan oleh PGN Area Tarakan tersebut tepat di jalan masuk perumahan PNS Juata Permai.

Salah satu warga Kelurahan Juata Permai Umar yang juga pemilik kios dekat bekas galian Jargas menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja PT. PGN Area Tarakan yang dikatakannya telah menelantarkan bekas galian selama berbulan-bulan.

Ia menuturkan bekas galian proyek PT PGN Area Tarakan masih ada di samping kiosnya yang berada di pertigaan menuju Perum PNS. Bahkan ia memastikan pekerjaan ini sudah lama dan belum ditutup kembali galiannya.

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Cuaca Tarakan Diprakirakan Didominasi Hujan

“Sejak awal tahun dikerjakan (Pemasangan Jargas) dan setelah pipa terpasang mereka (PT. PGN Area Tarakan) biarkan galian itu tidak ditutup. Lebih dari 10 lubang galian di pertigaan ini dan ada satu titik tepat di pertigaan yang sangat membahayakan pengendara,” kata Umar saat dijumpai benuanta.co.id pada Senin, 5 Juli 2021.

Dijelaskan Umar, penggalian jargas tersebut cukup dalam bahkan melampaui kedalaman lantai jembatan jalanan sekitar, sehingga menurutnya bila bekas galian tersebut tidak ditutup kembali akan memicu pengikisan air hujan terhadap kontruksi jalanan tersebut.

Baca Juga :  Dishut Sebut Revitalisasi KKMB Tarakan Terganjal Administrasi Lahan

“Lubang galian yang berbulan-bulan tak ditutup ini dapat beresiko merusak konstruksi jalanan, membahayakan pengendara dan menganggu estetika,” tegas pedagang sembako itu.

Umar menyayangkan pengerjaan tersebut yang dinilainya tidak serius untuk mengembalikan jalanan seperti semula. “Selama lubang ini belum ditutup kembali, mereka hanya berikan tanda pita dan insiatif warga memberikan tanda seng supaya pengendara dapat menghindari lubang,” jelasnya.

“Setelah banyak warga yang mengeluhkan, baru sekitar 2 mingguan ini mereka mulai tutup, itu pun lubangnya tidak dipadatkan terlebih dahulu, asal main isi material aja,” terang Umar.

Baca Juga :  Cegah Konflik Lahan, Menhut Dorong Percepatan Sertifikasi Tambak Petani di Desa Liagu

Merespon keluhan warga yang berada di Kecamatan Tarakan Utara tersebut, City Gas Sales & Customer Management & Technical Services Tarakan, Hendy Prima Kurniawan melalui Sekretaris PGN Tarakan, Vika mengatakan pihaknya tidak tinggal diam untuk merapikan kembali bekas galian jargas tersebut.

“Sudah dalam pengerjaan, saat ini sedang pengambilan material untuk menutup kembali lubang galian itu,” ungkap Vika.

Dikabarkanya, pada hari Selasa, 6 Juli 2021 pihaknya kembali mengerjakan penutupan bekas galian itu. (*)

Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *