TANJUNG SELOR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kaltara kini disibukkan melakukan penghimpunan dan pendistribusian hasil zakat ke penerima atau mustahik. BAZNAS Kaltara pun ditugaskan oleh pusat untuk menarik zakat di antaranya zakat mal, zakat fitrah, infak dan sedekah.
“Untuk hasilnya saat ini masih dalam penghitungan dari 5 kabupaten kota. Dari pusat pun meminta agar kita melapor setiap hari semua zakat yang masuk,” ungkap Wakil Ketua 1 BAZNAS Kaltara, Yusransyah kepada benuanta.co.id, Selasa 11 Mei 2021.
Kata dia, masing-masing daerah memiliki target zakat, sementara yang sudah melaporkan baru 2 daerah yakni Kota Tarakan dengan target Rp 2.480.973.736 dan Kabupaten Nunukan targetnya Rp 1.500.000.000 selama Ramadan. “Kalau target dari Bulungan, KTT dan Malinau sampai saat ini belum ada masuk karena masih berjalan,” bebernya.
Untuk jenis zakat, Yusran-begitu disapa-mengatakan, ada 2 jenis yakni uang dan beras. Untuk Kabupaten Bulungan pembayaran zakatnya dominan memakai beras. Kemudian untuk Tarakan dominan memakai uang untuk berzakat.
“Kebanyakan bayar zakat itu di uang, Bulungan saja dominan uang. Tarakan, Nunukan, KTT dan Malinau itu campur, ada uang ada beras,” jelasnya.
Dia menambahkan, mustahik untuk di Kaltara ada peningkatan, dikarenakan terdampak Covid-19 sehingga ada yang harus kehilangan pekerjaan atau pekerjaannya berkurang. Pihaknya mencatat mustahik di masing-masing daerah berbeda, contohnya Kabupaten Nunukan, mustahiknya mencapai 15 ribu orang.
“Sedangkan Tarakan ada 10 ribuan, Bulungan ada 4 ribuan, Tana Tidung ada 312 orang dan Malinau ada 125 orang. Jadi mustahik ini sudah termasuk mualaf, karena masuk dalam 8 asnab yang wajib diberikan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin







