KADISDIK MINTA ORANG TUA AWASI PENGUNAAN HP TERHADAP ANAK
TARAKAN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan, Drs. Tajuddin Tuwo angkat suara soal kejadian tragis yang menimpa MR, pelajar berusia 15 tahun yang ditemukan gantung diri di kamar mandi.
Disampaikan Tajuddin, diduga ulah nekat MR hingga mengambil jalan pintas dengan cara gantung diri, akibat handphone (HP) yang biasanya dipakai maberin game, disita orang tuanya.
Baca Juga: Siswa SMP Ditemukan Gantung Diri di Kamar Mandi, Gegerkan Warga Sebengkok
“Mohon beritanya tidak menyalahkan orang tuanya yang menyita HP-nya, tetapi cukup menyatakan bahwa almarhum sering main HP sampai larut malam. Karena ibunya sayang kepada anaknya sehingga dia menyita HP-nya,” ujarnya saat dihubungi benuanta.co.id, Rabu (28/10/2020).
Terlebih akibat keterusan bermain HP, tugas yang diberikan oleh sekolah selama belajar di rumah tidak dikerjakan MR. Hingga gurunya sampai mendatangi rumah orang tua MR dalam program home visit. “Namun almarhum menerimanya tidak sesuai dengan harapan ibunya dan mengambil langkah lain (bunuh diri),” tambahnya.
Akibat kejadian ini, Tajuddin juga mengharapkan agar orang tua siswa lebih ekstra dalam melakukan pengawasan. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa tak lagi terulang.
“Tentu kita mengharapkan kepada orang tua siswa agar melakukan pengawasan yang lebih ekstra ketat kepada anak-anaknya, agar HP tidak disalahgunakan oleh mereka. Karena kalau sudah kecanduan nonton dan main game sangat sulit diatasi,” tukasnya.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : M. Yanudin







