oleh

Sita HP Agar Anaknya Belajar, MR Malah Gantung Diri di Kamar Mandi

KADISDIK MINTA ORANG TUA AWASI PENGUNAAN HP TERHADAP ANAK

TARAKAN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan, Drs. Tajuddin Tuwo angkat suara soal kejadian tragis yang menimpa MR, pelajar berusia 15 tahun yang ditemukan gantung diri di kamar mandi.

Disampaikan Tajuddin, diduga ulah nekat MR hingga mengambil jalan pintas dengan cara gantung diri, akibat handphone (HP) yang biasanya dipakai maberin game, disita orang tuanya.

Baca Juga :  56 Unit Kapal dan Speedboat di Kaltara Sudah Berlayar Dilengkapi Radio Komunikasi Amatir

Baca Juga: Siswa SMP Ditemukan Gantung Diri di Kamar Mandi, Gegerkan Warga Sebengkok

“Mohon beritanya tidak menyalahkan orang tuanya yang menyita HP-nya, tetapi cukup menyatakan bahwa almarhum sering main HP sampai larut malam. Karena ibunya sayang kepada anaknya sehingga dia menyita HP-nya,” ujarnya saat dihubungi benuanta.co.id, Rabu (28/10/2020).

Terlebih akibat keterusan bermain HP, tugas yang diberikan oleh sekolah selama belajar di rumah tidak dikerjakan MR. Hingga gurunya sampai mendatangi rumah orang tua MR dalam program home visit. “Namun almarhum menerimanya tidak sesuai dengan harapan ibunya dan mengambil langkah lain (bunuh diri),” tambahnya.

Baca Juga :  Buka Sinode Ke-XV, Gubernur Usul Program Vaksinasi jadi Unggulan GKPI

Akibat kejadian ini, Tajuddin juga mengharapkan agar orang tua siswa lebih ekstra dalam melakukan pengawasan. Hal ini bertujuan agar kejadian serupa tak lagi terulang.

“Tentu kita mengharapkan kepada orang tua siswa agar melakukan pengawasan yang lebih ekstra ketat kepada anak-anaknya, agar HP tidak disalahgunakan oleh mereka. Karena kalau sudah kecanduan nonton dan main game sangat sulit diatasi,” tukasnya.(*)

Baca Juga :  Semangat Kemerdekaan Bersama Telkomsel : Buka Peluang untuk Tumbuh

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed