Sinergi Antara TNI, Polri, Pemda dan Masyarakat Sukseskan TMMD Ke-109 di Tarakan

TARAKAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-109 di Kota Tarakan berhasil dengan baik. Tak tanggung-tanggung, sasaran utama kegiatan ini membuka akses jalan sepanjang 1.100 meter yang sebelumnya masih berupa semak belukar.

Tantangan yang dihadapi Satuan Tugas (Satgas) TMMD cukup berat, pasalnya sebelum program ini mendapat persetujuan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD), sebagian masyarakat ada yang tidak menyetujui lahan mereka diikhlaskan untuk pembukaan akses jalan umum. Namun, pelbagai upaya pendekatan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Babinsa Kodim 0907/Trk, Babinkamtibas dan Ketua RT setempat dan Kelurahan Karang Harapan, akhirnya membuahkan hasil yakni masyarakat setuju sebagian lahannya dibangunkan badan jalan.

“Awalnya mereka tidak mau, karena kita komunikasikan dengan baik, kita berikan pemahaman kepada warga akan pentingnya pembangunan akses jalan, mereka mau. Itu mereka tandatangani surat pakai materai supaya tidak ada yang mengklaim dikemudian hari,” ungkap Ketua RT 16 Kelurahan Karang Harapan, Saleh.

Tantangan lainnya adalah persoalan anggaran. Pandemi Covid-19 cukup menyulitkan perekonomian masyarakat termasuk pemerintah. Sebagian anggaran pemerintah daerah dialihkan untuk penanganan Covid-19. Nah, untuk Pemerintah Kota Tarakan tetap mempertahankan anggaran sekitar Rp 1,85 miliar untuk program TMMD ke-109 di Kota Tarakan.

Sinergi antara pemerintah daerah Kota Tarakan, masyarakat dan TNI-Polri ini telah berhasil mewujudkan program TMMD ke-109 di Kota Tarakan. Dengan bersinergi maka cita-cita untuk membangun daerah dapat terwujud.

Hingga malam hati Satgas TMMD tetap bekerja.

Selain pembukaan akses jalan yang menghubungkan RT 12 Kampung Swaran dengan RT 16 jalan Damai Bhakti Kelurahan Karang Harapan, sasaran TMMD juga pembangunan jembatan secara permanen. Sasaran TMMD lainnya perbaikan rumah ibadah masjid dan gereja. Selain kegiatan fisik, kegiatan non fisik seperti penyuluhan kesehatan tentang protokol kesehatan, bahaya narkoba, bela Negara juga dilaksanakan Satgas TMMD ke-109 di Kota Tarakan.

Baca Juga :  Satpol PP Tegaskan Penertiban PKL Kawasan Bandara Juwata Sesuai Perda

Diketahui, sejak puluhan tahun warga Kampung Swaran terisolir karena akses jalan yang cukup jauh dilewati untuk mencapai pusat Kota Tarakan. Dengan pembukaan akses jalan ini, maka warga Kampung Swaran bisa mempersingkat jarak dan waktu tempuh.

“Sebelumnya harus memutar dulu dari Juata Kerikil, itukan cukup jauh. Kalau sudah dibangun begini kan motong kompas lebih dekat. Untuk jangka panjang jalan ini sangat penting untuk masyarakat,” jelas Saleh.

Sebanyak 150 personel gabungan di dalam Satgas TMMD ke-109 di Kota Tarakan. Tantangan Satgas mengerjakan pembukaan akses jalan adalah cuaca yang sering hujan di akhir bulan September-Oktober 2020. Tak jarang untuk mengejar target Satgas bekerja hingga malam hari.

Menurut Komandan Satgas dari Kodim 0907/Trk, Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto, kenapa sasaran fisik pembukaan jalan sepanjang 1.100 meter karena permintaan warga RT 16 Kelurahan Karang Harapan. Selama ini, warga Kampung Swaran RT 12 terisolir untuk mengangkut hasil panen perkebunan mereka ke kota. Warga Kampung Swaran mayoritas adalah petani perkebunan.

“Yang kami laksanakan membuka rawa, sampai sepaha tenggelamnya. Walaupun hanya satu bulan program ini, kami tidak sampingkan kualitas. Jadi, ada pengawasan. Supaya tanah tidak turun ada dipasangkan geotek,” jelas Eko Antoni.

Sementara itu, Tim Wasev TMMD Brigjen TNI Toto Nurwanto saat mengunjungi progres program TMMD ke-109 di Kota Tarakan mengapresiasi pemerintah Kota Tarakan karena adanya sinergi dalam bentuk anggaran bisa menyukseskan kegiatan tersebut. Menurut Toto, dari 50 Kodim yang melaksanakan TMMD, terdapat 3 Kodim yang batal karena anggaran dari pemerintah daerah dialihkan untuk penanganan Covid-19. Tidak dengan pemerintah Kota Tarakan tetap konsisten mendukung TMMD.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Ormas Deklarasikan Kamtibmas Selama Ramadan di Tarakan

“Karena ada refocusing anggaran ada 3 daerah tidak bisa melaksanakan TMMD dananya untuk Covid-19. KASAD mengapresiasi kepada pak Walikota karena anggaran cukup besar untuk TMMD Rp 1,85 miliar, ini cukup besar sekali dibandingkan Satgas atau Kodim yang lain,” jelasnya.

Tim Wasev Brigjen TNI Toto Nurwanto mengunjungi lokasi TMMD ke-109 di Tarakan didampingi Walikota Tarakan dr. Khairul, M. Kes dan Dansatgas TMMD Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto beserta rombongan.

Lebih jauh dikatakan Toto, program TMMD sinergi antara TNI AD, Polri, Kementerian, termasuk daerah. Apabila di daerah terdapat pembangunan yang belum terselesaikan atau percepatan pembangunan maka dapat dilaksanakan TMMD. Khusus sasaran fisik pembukaan akses jalan sepanjang 1.100 meter di Kota Tarakan, Tim Wasev mengharapkan ada tindaklanjut dari pemerintah daerah melakukan pengerasan hingga pengaspalan.

“Itulah tujuan TMMD, menyelaraskan dan membantu, kegiatan fisik dari mulai membangun dan memperbaiki, prioritas umum perbaikan jalan atau pembukaan jalan, pembuatan jembatan atau perbaikan jembatan, perbaikan rumah ibadah,” ujarnya sembari menyebutkan TMMD ke-109 di bawah Kodam Mulawarman hanya 3 tempat yakni di Kota Tarakan, Malinau dan Amuntai.

Tim Wasev mengharapkan TMMD ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat setempat terutama dalam upaya peningkatan perekonomian. Keberhasilan TMMD ini juga wujud sinergi antara TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat.

Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes memberikan apresiasi atas capaian TMMD ke-109 di Kota Tarakan. Hanya dalam satu bulan program ini dapat diselesaikan dengan baik. Menurutnya, capaian Satgas TMMD membantu percepatan akselerasi percepatan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Tarakan Meningkat

“Dalam satu bulan bisa selesai, ini kerja kolosal yang menurut saya luar biasa, pekerjaannya tidak hanya membuka akses jalan, juga membangun jembatan, memperbaiki rumah ibadah, dan lain-lain,” jelas Walikota Tarakan.

Setelah terbukanya akses jalan yang menghubungkan warga Kampung Swaran di RT 12 dengan RT 16 Kelurahan Karang Harapan ini, dr. Khairul juga berharap dapat membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat.

Seorang ahli ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tarakan, Dr. Ana Sriekaningsih, SE, MM menuturkan, ketika keadaan infrastruktur di sebuah daerah atau kota lemah, itu berarti perekonomian negara itu berjalan dengan cara yang sangat tidak efisien. Dikarenakan Biaya logistik yang sangat tinggi, berujung pada perusahaan dan bisnis yang kekurangan daya saing (karena biaya bisnis yang tinggi) dan menjadikan harga jual tinggi sehingga menyulitkan warga atau konsumen dalam hal daya beli, serta menghambat aktivitas warga sekitarnya. Misalnya, sulit bagi sebagian penduduk untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan atau susahnya anak-anak pergi ke sekolah karena perjalanannya terlalu susah atau mahal.

“Jika infrastruktur itu memadai maka aktivitas berjalan normal, arus barang dan jasa pun bergulir dengan baik sehingga menumbuhkan perputaran perekonomian yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ungkap Dr. Ana.

Pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi seharusnya memiliki hubungan timbal balik, karena pembangunan infrastruktur menimbulkan ekspansi ekonomi melalui efek multiplier. “Sementara ekspansi ekonomi menimbulkan kebutuhan untuk memperluas infrastruktur yang ada, untuk menyerap makin besarnya aliran barang dan orang yang beredar atau bersirkulasi di seluruh perekonomian,” tutupnya.(*)

Reporter: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *