Rasa Syukur Warga dari Program TMMD Ke-109 Kodim 0907/Tarakan

TAK SABAR MENANTI PEMBANGUNAN JALAN YANG TELAH DITUNGGU BELASAN TAHUN

Sejak pagi buta Rabu 7 Oktober 2020, hujan terus mengguyur deras dan menyisakan dingin hembusan angin menembus dinding rumah warga Kampung Swaran, RT 12, Kelurahan Karang Harapan, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara, yang sebagian besar dinding serta lantainya berbahan papan kayu. Namun hal itu tak menyurutkan semangat prajurit Satgas TMMD ke-109 Kodim 0907/Tarakan untuk terus memacu pekerjaan pembukaan jalan dan pembangunan jembatan di daerah tersebut.

=======

BELASAN tahun warga Kelurahan Karang Harapan ini yang rata-rata mengais rezeki melalui bercocok tanam dan melaut, mengandalkan jalan Intraca, Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, yang jauh dipisahkan beberapa bukit, sebagai akses jalan satu-satunya untuk bisa mencapai Kampung Swaran. Begitu pun sebaliknya.

Dengan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 Kodim 0907/Tarakan ini pun menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat. Sebab dengan program-programnya, membuat warga di daerah ini sangat terbantu dalam melaksanakan aktivitas sosial maupun untuk menunjang perekonomian.

Seperti disampaikan Abdul Risyad, warga RT 16, Karang Harapan, mengaku bersyukur dengan pembangunan infrastruktur berupa jembatan dan pembukaan jalan sepanjang 1.100 meter, yang saat ini masih terus dikerjakan prajurit TNI sebagai wujud pengabdian untuk negeri.

Maklum, infrastruktur di Kecamatan Karang Harapan memang kurang tersentuh pembangunan. Sehingga warga sangat menaruh harapan kala kampungnya dijadikan sasaran TNI dalam program Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 tahun 2020 ini.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

“Kalau sudah ada jalanan dari Swaran sini ke kota, atau yang dari Swaran mau ke Intraca tidak perlu lagi harus lewat jalan simpang tiga Intraca. Karena mulai SMP tinggal di sini, dan Alhamdulillah sekarang sudah ada dibukakan jalan. Bukan cuma kita warga Karang Harapan saja menunggu ini selama bertahun-tahun, tetapi yang dari kota juga senang ada jalan pintas kalau mau wilayah Intraca,” kata Abdul Risyad.

Hari ke-16 bergulirnya TMMD, baik TNI dan warga memang selalu waspada saat hujan turun. Kesulitan semakin berkecamuk ketika derainya membasahi lapisan tanah dan mengubah tekstur menjadi alot. Jangankan dilewati kendaraan truk pengangkut material penimbun jalan, menapaki diri tanpa alas kaki agar tak tergelincir saja butuh kehati-hatian yang menguras waktu dan emosi. Bila salah mendaratkan kaki, telapak hingga betis seukuran orang dewasa pun bisa lenyap terbalut lempung berwarna cokelat keabu-abuan itu.

Sejak pagi hingga pukul 11.30 Wita, situasinya memang cukup pelik, prajurit berbaris apel pagi lalu membaur dengan warga untuk menyampaikan siasat mengatasi genangan air yang cukup menyulitkan wahana putar berkelir orange itu dioperasikan. Sebab, alat berat berbobot 10 ton itu praktis akan amblas jika dipaksakan bertugas mengerjakan fisik pembukaan akses jalan dan jembatan yang diharap-harapkan warga Karang Harapan selama ini.

Mengemban harapan warga yang menanti akses infrastruktur memadai bertahun-tahun lamanya, pantang ditunda lagi oleh prajurit Satgas TMMD. Mereka pun berjibaku menggarap alotnya tanah. Berbekal cangkul, prajurit TNI ini berupaya untuk mengalirkan genangan air ke saluran pembuangan air di sisi kiri dan kanan jalan selebar 8 meter itu.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Tarakan Meningkat

Di ujung jalan sepanjang 650 meter dari total panjang 1.100 meter yang akan digarap, terlihat semangat gotong-royong dari Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Kapten Inf Pattah Setiawan, yang sesekali berhenti menghujamkan cangkul untuk kembali mengatur napas atau menyeka beberapa bulir keringat hawa dingin yang mengucur deras di dahinya.

Katanya, penggarapan jalan yang menyisakan kurang lebih 450 meter lagi untuk bisa memangkas jarak sepanjang 7 kilometer itu, memang sering kali terhambat oleh cuaca. Apalagi kontur lahan yang kini menjadi akses jalan ini dulunya memang dipenuhi rawa gambut lumut.

“Sebelumnya ini rawa, dalamnya seukuran pinggang saya lah kurang lebih. Ekskavator itu dua kali amblas, tenggelam. Jadi harus pakai tambahan alas lagi. Kalau cuaca begini memang tidak bisa juga terlalu dipaksakan, karena yang bermain di sini alat berat semua, bisa amblas,” kata Komandan SSK Kapten Inf Pattah Setiawan, kepada benuanta.co.id, Rabu (7/9/2020).

“Tapi dengan cuaca yang kurang mendukung kegiatan seperti ini, kami juga tidak akan berdiam diri. Kami tetap akan melanjutkan mengoptimalkan alat seadanya, atau bahu-membahu membantu pengerjaan sasaran lain. Sambil melihat situasi,” tambahnya.

Baca Juga :  Pelaksanaan MBG selama Ramadan di Tarakan Belum Temukan Formula

Demi mengejar target penyelesaian pekerjaan hingga hari ke 30, Dansatgas Letkol Inf. Eko Antoni Chandra Lestianto menerangkan, semangat prajurit dan warga tak akan terkikis oleh cuaca yang acap kali membuat kewalahan. Bentuk Kemanunggalan itu dilakukan dengan terus bahu-membahu menyelesaikan target pengerjaan sejak pagi hingga malam hari.

“InsyaAllah saya yakin sekali akan diselesaikan dengan baik sampai (waktunya, Red.). Tadi (Rabu, 7 Oktober 2020) kita mulai kerahkan alat berat jam 2 siang sampai malam. Kita kejar terus, memang hari ini kita kerja sampai jam 10 malam untuk kejar target. Karena kita kejar-kejaran dengan cuaca (hujan), supaya cepat juga pengerjaannya,” terang Letkol Inf. Eko Antoni Chandra Lestianto.

Namun bukan berarti pengerjaan yang terus dipacu untuk sesegera mungkin diselesaikan itu tak memperhatikan kualitas yang dihasilkan oleh tangan kreatif para prajurit. Letkol Inf. Eko menegaskan, setiap bahan material dan adonan yang digunakan dalam setiap pengerjaan TMMD ini tetap mengutamakan kualitas. Demikian halnya tahapan pengerjaan yang menggandeng konsultan proyek dari Dinas Perkerja Umum Kota Tarakan.

“Termasuk juga pondasi jembatan kita menggunakan cor yang kuat sekali dan agak tinggi, supaya saat banjir tidak mengenangi jembatan. Konsultannya ada dari Dinas PU untuk menjamin kualitas mutu dari pengerjaan,” tandasnya.(*)

 

Reporter : Yogi Wibawa

Editor: M. Yanudin

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *