TARAKAN – Dalam upaya mempertahankan hak warga terkait ganti rugi lahan di area Bandara Juwata Tarakan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan akan kembali mengadakan pertemuan.
Untuk diketahui, puluhan warga telah cukup lama meminta ganti rugi terkait lahan di Bandara Juwata Tarakan, Komisi I DPRD Tarakan telah mengawal permasalahan ini sejak 3 bulan yang lalu dan terus mengadakan pertemuan.
BACA BERITA TERKAIT:
- Sudah Ada “Lampu Hijau” Ganti Rugi Lahan Bandara, Warga Minta Pertemuan Sekali Lagi dengan Dewan
- Sengketa Lahan Bandara, H. Daeng Gassing : Kita Minta Jerih Payah dan Keringat Kita Dihargai
“Sebelumnya kita sudah mengadakan 3 kali pertemuan, dan minggu lalu sekali, namun disayangkan pihak BPN tidak hadir. Jadi kita akan mengadakan pertemuan lagi,” ujar Saifullah Ketua Komisi I DPRD Tarakan, Selasa (25/8/2020)
“InsyaAllah kita sudah menyusun agenda untuk pertemuan selanjutnya, tinggal menunggu persetujuan dari pimpinan DPRD,” tambahnya.
Dijelaskan Saifullah, sejak pertemuan kedua dengan warga dan pihak-pihak terkait, DPRD sudah menunjuk beberapa koordinator untuk menjadi perwakilan warga yang memiliki hak di lahan tersebut.
“Kita sudah mengambil langkah dengan menunjuk beberapa orang menjadi koordinator, tujuannya adalah menghindari pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan,” jelasnya.
Permasalahan ini sudah berproses 3 bulan, pemerintah daerah sebelumnya dinilai kurang serius menangani masalah ini. Sehingga Komisi I DPRD Tarakan menginginkan lebih cepat dituntaskan.
“Karena memiliki rentang waktu yang cukup lama, penyelesaian lahan warga yang berada di wilayah Bandara Juwata Tarakan. DPRD Kota Tarakan menjadikan prioritas dalam agenda giat selanjutnya,” sebutnya.
Setiap kegiatan DPRD disusun dan dijadwalkan pada awal dan pertengahan bulan lewat Rapat Banmus. Komisi I membuat agenda di awal pekan atau paling lambat di minggu ke 2 bulan September 2020 dengan menyesuaikan jadwal giat sebelumnya.
“Pertemuan selanjutnya akan segera diadakan, kita tidak menginginkan masyarakat yang mempunyai hak dirugikan, kita akan tetap mengawal permasalahan ini sampai tuntas,” tutupnya.(*)
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor: M. Yanudin







